RSS

SEJARAH PERKEMBANGAN BIDAN DI AUSTRALIA

05 Jul

 

SEJARAH PERKEMBANGAN BIDAN DI AUSTRALIA

 

 

Di tulis oleh :

Setiyawati                    010912003

Anita Nur Bayatin        010912006

Dhenok Tri Rahajeng   010912012

Zumroh Hasanah         010912017

Farida Fitriana              010912031

Siti Muslikhah              010912033

Rani Tyas P.                010912039

 

 

PENDIDIKAN BIDAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan nasional maupun internasional terjadi begitu cepat. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan merupakan hal yang penting untuk dipelajari dan dipahami oleh petugas kesehatan khususnya bidan yang bertugas sebagai bidan pendidik maupun bidan di pelayanan.

Salah satu faktor yang menyebabkan terus berkembangnya pelayanan dan pendidikan kebidanan adalah masih tingginya mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin, khususnya di negara berkembang dan di negara miskin yaitu sekitar 25-50%.

Mengingat hal diatas, maka penting bagi bidan untuk mengetahui sejarah perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan karena bidan sebagai tenaga terdepan dan utama dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi diberbagai catatan pelayanan wajib mengikuti perkembangan IPTEK dan menambah ilmu pengetahuannya melalui pendidikan formal atau non formal dan bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui pendidikan maupun pelatihan serta meningkatkan jenjang karir dan jabatan yang sesuai.

1.2 Tujuan

  • Mempelajari dan memahami sejarah perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan yang terjadi dalam lingkup nasional dan internasional.
  • Mempelajari dan memahami sejarah perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan yang terjadi dalam lingkup Internasional khususnya di negara Australia

1.3 Rumusan Masalah

Bagaimana sejarah perkembangan bidan di Australia?

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah Perkembangan Pelayanan dan Pendidikan Bidan di Luar Negeri
2.1.1 Perkembangan Pelayanan Kebidanan di Luar Negeri

Pada pertengahan abad ke-17 bidan adalah profesi penting dan dihormati dikomunitas colonial Belanda. Kebidanan hanya salah satu bentuk pelayanan yang diberikan para bidan kepada komunitas kolonial. Pada saat itu, kadang kala bidna juga berperan sebagai perawat yang merawat orang sakit dan sekarat, mengurus jenazah, seabagai herbalis serta dokter hewan selain gaji sebagai imbalan, bidan juga memperoleh rumah, tanah, dna makanan sebagi bentuk penghormatan atas jasa mereka.

Akan tetapi, terdapat berbagai faktor yang menurunkan derajat bidan dimasyarakat. Faktor-faktor tersebut mencakup perilaku religious, kebutuhan ekonomi, pengambil alihan tugas dan tanggung jawab oleh dokter, pendidikan yang tidak mendukung dan tidak adanya organisasi kebidanan, pengingkatan jumlah imigran, serta status wanita yang direndahkan.

Secara umum perkembangan pelayanan bidan dapat di bagi menjadi 2 masa, yaitu sebelum abad 20 dan sesudah abad 20.

a. Sebelum abad 20 (1700-1900)

William Smellie dari Scotlandia (1677-1673) mengembangkan forceps dengan kurva pelvik seperti kurva shepalik. Dia memperkenalkan cara pengukuran konjungata diagonalis dalam pelvi metri. Menggambarkan metodnya tentang persalinan lahirnya kepala pada presentasi bokong dan penganangan resusitasi bayi aspiksi dengan pemompaan paru-paru melalui sebuah metal kateler. Ignoz Phillip semmelweis, seorang dokter dari Hungaria (1818 – 1865) pengenalan Semmelweiss tentang cuci tangan yang bersih mengacu pada pengendalian sepsis puerperium. James Young simpson dair Edenburgh, scotlandia (1811-1870) memperkenalkan dan menggunakan arastesi umum, tahun 1807, Ergot sejenis cendawan yang tumbuh pada sejenis gandung hitam, diketahui efektif dalam mengatasi pendarahan postpartum. Hal ini merupakan permulaan pengguguran. Tahun 1824 Jamess Blundell dari Inggris yang menjadi orang pertama yang berhasil menangani perdarahan postpartum dengan menggunakan transfusi darah. Jean lubumean dari Perancis (orang kepercayaan Rene Laenec, penemu Stetoskop pada tahun 1819) pertama kali mendengar bunyi jantung janin dengan stetoskop pada tahun 1920. Jhon Charles Weaven dari Inggris (1811 – 1859) adalah. Pada tahun 1843, pertama yang yang melakukan test urine pada wanita hamil untuk pemeriksaan dan menghubungkan kehadirannya dengan eklamsia.

Adolf Pinard dari Prancis (1844-1934) pada tahun 1878, mengumumkan kerjanya pada palpasi abdominal Carl Crede dari Jerman (1819 – 1892) menggambarkan metodanya stimulasi urine yang lembut dan lentur untuk mengeluarkan placenta Juduig Badl, dokter obstetri dari Jerman (1842-1992), pada tahun 1875, menggambarkan lingkaran retraksi yang pasti muncul pada pertemuan segment atas rahim dan segmen bawah rahim dalam persalinan macet/sulit. Daunce dari Bordeauz. Pada tahun 1857, memperkenalkan pengguran inkubator dalam perawatan bayi prematur.

b. Abad 20

Postnatal care sejak munculnya hospitalisasi untuk persalinan telah berubah dari perpanjangan masa rawatan sampai 10 hari, ke trend “Modern” ambulasi diri. Yang pada kenyataannya, suatu pengembalian pada “cara yang lebih alami”. Selama beberapa tahun, pemisahan ibu dan bayi merupakan praktek yang dapat diterima di banyak rumah sakit, dan alat menyusui bayi buatan menjadi dapat diterima, dan bahkan oleh norma. Bagaimanapun, alami sekali lagi “membuktikan dirinya “rooing-in” dipraktekan dan menyusui dipromosikan menyusui disemua rumah sakit yang sudah mendapat penerangan. Perkembangan teknologi yang cepat telah monitoring anthepartum dan intrapartum yang tepat menjadi mungkin dengan pengguraan ultrasonografi dan cardiotocografi, dan telah merubah prognosis bagi bayi prematur secara dramatis ketika dirawat di neonatal intersive acara urits, hal ini juga memungkinkan perkembangan yang menakjubkan.

2.1.2 Perkembangan Pendidikan Kebidanan di Luar Negeri

Di Luar negeri, khususnya Amerika Serikat, pendidikan kebidanan harus memenuhi standart yang dibuat oleh American College of nurse-midwifes (ACNM), karena juga mencakup perawatan kesehatan primer untuk wanita dan bayi baru lahir.

Perawat-kebidanan bersertifikat adalah seseorang yang telah dididik dalam 2 disiplin ilmu yaitu keperawatan dan kebidanan. Sertifikasi tersebut diberikan kepada seseorang yang telah lulus ujian nasional yang diselenggarakan oleh American College of nurse-midwives Certivication Council (ACC). Sertifikasi tersebut merupakan bukti bahwa orang tersebut telah memenuhi standart professional untuk melakukan praktek yang aman.

Sertifikasi tersebut juga melindungi hak publik dan membedakan bidan yang tersertifikasi ACC – yang dididik dna dipersiapkan dengan baik- . dari orang yang menyebut dirinya bidan aatu berperan dalam sebagian praktek kebidanan tanpa mengenyam program kebidanan.

Praktek perawat – kebidanan adalah manajemen perawatan kesehatan wanita yang bersifat independen, umumnya berfokus pada periode kehamilan, pelahiran, pascamelahirkan, perawat bayi baru lahir, perencanaan keluarga, serta kebutuhan ginekologis untuk wanita.

Perawat kebidanan yang bersertifikat dapat berpraktek dalam sistem perawatan kesehatan yang menyediakan konsultasi, manajemen kolaborasi ataupun referensi (rujukan) yang didasarkan pada status kesehatan klien. Perawat kebidanan bersertifikat dapat berpraktek berdasarkan standart praktek perawat – kebidanan, seperti yang didefinisikan oleh ACNM bahwa ”bahwa perawat – kebidanan bersertifikat dapat praktek dirumah sakit, rumah, ataupun dirumah bersalin.di tempat apapun keselamatan ibu dan bayi merupakan perhatian utama”

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pelayanan Bidan di Australia

Florence Nightingale adalah pelopor kebidanan dan keperawatan yang dimulai dengan tradisi dan latihan-latihan pada abad 19. Tahun 1824 kebidanan masih belum di kenal sebagai bagian dari pendidikan medis di Inggris dan Australia dimulai pada tahun 1862. Lulusan itu dibekali dengan pengethuan teori dan praktek. Pendidikan Diploma Kebidanan dimulai tahun 1893, dan sejak tahun 1899 hanya bidan sekaligus perawat yang terlatih yang boleh bekerja di rumah sakit.

Sebagian besar wanita yang melahirkan tidak di rawat dengan selayaknya oleh masyarakat. Ketidakseimbangan seksual dan moral di Australia telah membuat prostitusi berkembang dengan cepat. Hal ini menyebabkan banyak wanita hamil di luar nikah dan jarang mereka dapat memperoleh pelayanan dari bidan atau dokter karena pengaruh sosial mereka atau pada komunitas yang terbatas.

Pada dasarnya Australia sudah pada titik perubahan terbesar pada pendidikan kebidanan, sistem ini menunjukkan bahwa seorang bidan adalah seorang perawat yang teregistrasi dengan kualifikasi kebidanan. Konsekuensinya, banyak bidan-bidan yang telah mengikuti pelatihan di Amerika dan Eropa tidak dapat mendasar tanpa pelatihan perawatan. Siswa-siswa yang mengikuti pelatihan kebidanan pertama kali harus terdafatar sebagai perawat.
Kebidanan swasta di Australia berada pada titik awal kritis pada tahun 1990 berjuang untuk bertahan pada waktu perubahan besar. Profesi keperawatan di Australia menolak hak bidan sebagai identitas profesi yang terpisah. Dengan kekuatan penuh, bidan-bidan yang sedikit militan tersupport untuk mencapai kembali hak-hak wewenang mereka dalam melakukan pertolongan persalinan.

Pendidikan kebidanan di Australia terpengaruh oleh model kolonialisme Inggris terhadap penerimaan pendidikan perawat. Tidak ada perawat tanpa kebidanan dan kebidanan tanpa keperawatan.

Mulai tahun 1990 ada kebidanan direct entry dimana memisahkan pendidikan kebidanan dan keperawatan. Pendidikan bidan di Australia dimulai dengan Basic perawat ditambah 2 tahun.

Sejak tahun 2000 telah dibuka University of Technology of Sidney yaitu S2 (Doctor of Midwifery).Florence Nightingale adalah pelopor kebidanan dan keperawatan yang dimulai dengan tradisi dan latihan-latihan pada abad 19. Tahun 1824 kebidanan masih belum di kenal sebagai bagian dari pendidikan medis di Inggris dan Australia dimulai pada tahun 1862. Lulusan itu dibekali dengan pengethuan teori dan praktek. Pendidikan Diploma Kebidanan dimulai tahun 1893, dan sejak tahun 1899 hanya bidan sekaligus perawat yang terlatih yang boleh bekerja di rumah sakit. Sebagian besar wanita yang melahirkan tidak dirawat dengan selayaknya oleh masyarakat. Ketidakseimbangan seksual dan moral di Australia telah membuat prostitusi berkembang dengan cepat. Hal ini menyebabkan banyak wanita hamil di luar nikah dan jarang mereka dapat memperoleh pelayanan dari bidan atau dokter karena pengaruh social mereka atau pada komunitas tyang terbatas, meskipun demikian di Australi bidan tidak bekerja sebagai perawat, mereka bekerja sebagaimana layaknya seorang bidan. Pendapat bahwa seseorang bidan haru reflek menjadi seorang perawat dan program pendidikan serta prakteknya banyak di buka di beberapa tempat dan umumnya dibuka atau disediakan oleh Non Bidan.

3.2 Pendidikan bidan di Australia

Kebidanan di Australia telah mengalami perkembangan yang mengalami pesat sejak 10 tahun terakhir. Dasar pendidikan telah berubah dari traditional hospital base programme menjadi tertiary course of studies menyesuaikan kebutuhan pel;ayanan dari masyarakat. Tidak semua institusi pendidikan kebidanan di Australi telah melaksanakan perubahan ini, beberapa masih menggunakan proram pendidikan yang berorientasi pada rumah sakit. Kurikulum pendidikan disusun oleh staf akademik berdasarkan pada keahlian dan pengalaman mereka di lapangan kebidanan. Kekurangan yang dapat dilihat dari pendidikan kebidanan di Australia hampir sama dengan pelaksanaan pendidikan bidan di Indonesia. Belum ada persamaan persepsi mengenai pengimplementasian kurikulum pada masing-masing institusi, sehingga lulusan bidan mempunyai kompetensi klinik yang berbeda tergantung pada institusi pendidikannya. Hal ini ditambah dengan kurangnya kebijaksanaan formal dan tidak adanya standar nasional menurut National Review of Nurse Education 1994, tidak ada direct entry.

Pada tahun 1913 sebanyak 30% persalinan ditolong oleh bidan. Meskipun ada peningkatan jumlah dokter yang menangani persalinan antara tahun 1900 sampai 1940, tidak ada penurunan yang berarti pada angka kematian ibu dan bidanlah yang selalu disalahkan akan hal itu. Kenyataannya wanita jelas menengah ke atas yang ditangani oleh dokter dalam persalinannya mempunyai resiko infeksi yang lebih besar daripada wanita miskin yang ditangani oleh Bidan.
3.3. Masalah Profesional

Tugas pertama yang sulit adalah meneliti kembali nama bidan itu sendiri, itu tidak sama dengan ketika latihan dalam praktek kebidanan. Bidan sangat penting di pelayanan kesehatan sejak Perang Dunia II dan proporsi yang besar di rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan untuk daerah sekitar rumah sakit tersebut. Peningkatan rumah sakit dan persatuan perawat dan peningkatan ahli kebidanan yang lebih menekankan pada teknologi menyebabkan mundurnya kebidanan. Tapi situasi itu berakhir pada saat Amerika Utara menilai kepemimpinan perawat dan kepemimpinan bidan yang memutuskan bahwa bidan berhak mendapat penghargaan pertama dan penghargaan kedua diberikan kepada keperawatan. Penghargaan itu sangat penting untuk peningkatan profesi kebidanan.

Kita tahu di beberapa negara mengkombinasikan keperawatan dan kebidanan dalam seorang tenaga kesehatan, hal itu terjadi di pulau kecil. Pelatihan klinik sekarang semakin baik menuju standar internasional sedikit lebih baik daripada masa yang lalu.

3.4 Pengembangan Profesi Bidan

Pemerintah melihat adanya peningkatan kebidanan dengan pemberian asuhan yang bermanfaat. Shearman Report (NSWI, 1989) telah menemukan cara awal untuk mengatur strategi perawatan yang berkesinambungan. Having a baby in Victoria (Depkes Viktoria, 1990) melaporkan sebuah revie pelayanan kesehatan di Viktoria yang dibutuhkan pada orientasi pelayanan kesehatan pada wanita dan keluarga. Maksudnya pemeliharaan kesehatan yang lebih baiki. “Perawatan efektif pada kelahiran” CNH dan MRC, 1996 menyimpulkan bahwa perawatan yang berkesinambungan akan menjadi tujuan perawatan kesehatan ibu.

3.5 Masalah Regional

Negara tetangga Australia yaitu Papua Nugini, Pulau Solomon memiliki angka kematian yang sangat tinggi. Rosaline Lapar, seorang pemenang piagam Maria Gibran pada ICM di Oslo yang sekarang sedang berada di Universitas Teknologi Sidney menunjukkan sebuah video yang digunakan untuk melatih asisten bidan di desa dengan cara ibu berbaring setelah melahirkan kepala dan bahu, dan melahirkan plasenta dengan menarik tali pusat secara terkendali. Cara ini banyak diakui oleh negara bagian Barat yang mengatakan hal ini tidak hanya berbeda dari biasanya untuk pendidikan bidan di Australia. Mahasiswa kebidanan harus menjadi perawat dahulu sebelum mengikuti pendidikan bidan, Sebab di Australia, kebidanan masih menjadi sub spesialisasi dalam keperawatan (maternal and child helath). Didalamnya termasuk pendidikan tentang keluarga berencanam, kesehatan wanita, perawatan ginekologi, perawatan anak, kesehatan anak dan keluarga, serta kesehatan neonatus dan remaja. Adanya peraturan ini semakin mempersempit peran dan ruang kerja bidan.

Literatur yang tersedia bagi mahasiswa kebidanan masih kurang. Kurikulum yang ada dirasakan hanya sesuai untuk mahasiswa pemula atau menengah saja, sehingga kadang-kadang mahasiswa yang telah terlatih di keperawatan kebidanan diberikan porsi yang sama seperti pemula atau sebaliknya. Mahasiswa yang sebelumnya telah mendapatkan pendidikan kebidanan di keperawatan akan membawa konsep “sakit”. Transisi dari filosofi “sakit” ke filosofi “sehat” dalam kebidanan sedikit banyak menyulitkan mahasiswa.
Beberapa tahun setelah Australia mengadakan pelatihan kebidanan, datang para pendidik yang membuka universitas yang memiliki cara tersendiri untuk menghasilkan tenaga yang berkualitas. Pada waktu yang sama pemerintah mendukung bidan dalam memperluas peran mereka. Luasnya pengalaman klinik cukup diterima masyarakat dibeberapa tempat tetapi juga mengurangi resiko yang akan terjadi. Satu hal lagiyang perlu diketahui bahwa persalinan di desa tersebut ibu berbaring di daun pisang yang bersih atau sprei.

Di negara Barat terdapat peraturan dimana wanita melahirkan tidak boleh ditemani oleh keluarganya, tetapi ada beberapa negara yang menganggap peraturan ini tidak efektif dan mengatakan bahwa ibu bersalin perlu ditemani oleh suami atau anggota keluarganya.

3.6. Penerapan Penelitian Kedalam Praktek

Akhir dari masalah bidan di kawasan ini adalah penerapan penelitian ke dalam praktek, misalnya pada video yang digunakan di Papua Nugini yang berisi anjuran kepada bidan untuk meninggalkan tradisi mereka dan memandang pada fakta-fakta yang ada.

Keberadaan bidan di negara ini masih dipertanyakan karena adanya pengaruh medicalisasi. Perawat kebidanan tidak boleh meniolong persalinan.
Pendidikan kebidanan di Australia setingkat Universitas, mahasiswanya berasal dari lulusan degree perawat dan 2 tahun bidan, sedangkan pada tingkat direct entry, masih sering dipertanyakan oleh perawat. Pada tahun 2000, di University Of Technology Of Sidney, telah terbentuk S2 Kebidanan (Doctor of Midwifery).

BAB IV

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Sejarah singkat kebidanan di Australia dapat disimpulkan sebagai berikut:
Florence Nightingale : Pelopor kebidanan dan keperawatan yang dimulai dengan tradisi dan latihan-latihan pada abad 19

  • Tahun 1824 : Kebidanan masih belum di kenal sebagai bagian dari pendidikan medis di Inggris dan Australia, kebidanan masih didominasi oleh profesi dokter.
  • Tahun 1862 : Pendidikan bidan pertama kali di Australia dimulai. Lulusan itu dibekali dengan pengetahuan teori dan praktek.
  • Tahun 1893 : Pendidikan Diploma Kebidanan dimulai
    • Tahun 1899 : Hanya bidan sekaligus perawat yang telah terlatih yang boleh bekerja di rumah sakit.
    • Tahun 1990 : Mulai ada kebidanan direct entry dimana memisahkan pendidikan kebidanan dan keperawatan. Pendidikan bidan di Australia dimulai dengan Basic perawat ditambah 2 tahun.
    • Tahun 2000 : Telah dibuka University of Technology of Sidney yaitu S2 (Doctor of Midwifery).
  1. Saran

Makalah ini semoga berguna bagi pembaca, khususnya bagi mahasiswa. Namun, manusia tidaklah ada yang sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diperlukan guna perbaikan makalah ini.

About these ads
 
5 Comments

Posted by on July 5, 2010 in kULiAh BiDaN

 

5 responses to “SEJARAH PERKEMBANGAN BIDAN DI AUSTRALIA

  1. chrescen

    October 11, 2011 at 3:03 pm

    makasih yaa sangat membantu saya dari kebidanan UGM :)

     
    • aNa-20

      October 14, 2011 at 12:20 am

      Sama-sama….

      blh mnta numb hp g ? ad something ttg kebidanan yg mw q share kan gtuh. . . . :-)

       
  2. linda

    January 13, 2012 at 9:41 am

    Makasih banget ya..
    Makalahnya sngat mmbantu tgas sya.. :D
    Klo bleh sya mnta dftar pustakanya dong..
    ‎​‎​”̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡”̮

     
    • aNa-20

      January 13, 2012 at 2:04 pm

      mav . .fd dan laptop bz kena virus
      Dan data it ilang. .

      Mav y. .

       
  3. Julia

    March 8, 2012 at 8:58 am

    makasi yaa…makalahnya sangat membantu.. :)

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: