RSS

Monthly Archives: July 2010

Tanda-tanda Kanker yang Sering Diabaikan



Dibanding dengan pria, wanita memang lebih peduli akan kesehatannya. Mereka juga berhati-hati dan mau memeriksakan diri bila menemui gejala yang aneh pada tubuhnya. Kepedulian seseorang pada kesehatannya juga berkaitan dengan usia. “Orang muda biasanya lebih cuek karena mengangap hanya orang tua saja yang mungkin terkena penyakit,” kata Mary Daly, onkologis Fox Chase Cancer Center, Philadelphia, AS.

Bicara tentang gejala-gejala yang aneh pada tubuh, berikut adalah tanda-tanda kanker yang perlu diwaspadai. Meski tidak spesifik, tetapi gejala berikut biasanya diikuti dengan tanda-tanda lain. Yang perlu diperhatikan adalah, makin dini diketahui, makin besar peluang kanker disembuhkan.

1. Berat badan turun tanpa sebab jelas
Setiap wanita pasti ingin berat badannya turun tanpa perlu capek berusaha. Tetapi, berat badan yang anjlok dalam sebulan tanpa usaha diet atau olahraga, perlu diwaspadai.

“Berat badan yang tiba-tiba turun tanpa penjelasan bisa menjadi tanda kanker atau kondisi kesehatan lain, seperti tiroid yang terlalu aktif. Untuk memastikannya periksakan diri ke dokter,” kata Ranit Mishori, asisten profesor bidang kesehatan keluarga dari Sekolah Kedokteran Universitas Georgetown.

2. Bengkak di perut
Munculnya bengkak di perut bisa dicurigai sebagai tanda kanker ovarium. Tanda lain yang menyertai adalah sakit di bagian perut atau sakit di bagian panggul, gangguan berkemih dan mudah merasa kekenyangan meski makan sedikit. Waspadai gejala bengkak, terutama bila menetap lebih dari seminggu.

3. Payudara berubah
Walau tidak rutin melakukan pemeriksaan sendiri, pada umumnya mengenali kondisi payudaranya. Karena itu, jangan anggap enteng bila muncul tanda kemerahan atau benjolan di payudara. Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah perubahan pada puting, muncul cairan (pada wanita yang sedang tidak menyusui) apalagi yang disertai rasa gatal.

4. Perdarahan
Perdarahan yang timbul di antara waktu periode menstruasi sebaiknya perlu dicek ke dokter. “Bila sebelumnya tidak pernah muncul vlek darah dan sekarang tiba-tiba ada, maka itu bisa jadi sesuatu yang abnormal,” kata Debbie Saslow, Phd, direktur kanker payudara dan ginekologi dari American Cancer Society.

5. Kulit berubah
Hati-hati dengan tahi lalat atau benjolan di kulit. Jika makin melebar, tidak simetris, warna tidak merata atau berkoreng, ada kemungkinan hal itu merupakan kanker kulit. Penyebab utama kanker kulit adalah sinar ultraviolet dan zat kimia, juga infeksi human papiloma virus.

6. Sulit menelan
Keluhan sulit menelan biasanya terkait dengan gangguan pada tenggorokan. Namun, gejala sulit menelan juga bisa menjadi tanda dari masalah yang lebih serius, seperti kanker usus besar.

Meski tidak spesifik, tapi kanker saluran cerna pada stadium dini seringkali memiliki gejala nyeri ulu hati, sulit menelan, muntah darah, penurunan berat badan, perdarahan saluran cerna, dan anemia.

7. Perubahan di mulut
Menurut Perkumpulan Kanker Amerika, para perokok perlu mewaspadai munculnya bercak putih di lidah atau plak pada mukosa mulut, karena bisa menjadi tanda kondisi pra kanker yang disebut leukoplakia yang bisa berkembang menjadi kanker mulut.

8. Batuk berdarah
Gejala kanker paru dapat berupa batuk, sesak napas, dan dahak yang berdarah. Gejala yang timbul dari kanker paru biasanya sesuai dengan penyebaran kanker di organ tubuh yang terkena. Misalnya bila menyebar ke otak, ia dapat menimbulkan nyeri kepala, kejang, atau gangguan kesadaran. Sedangkan pada tulang, bisa menyebabkan nyeri dan patah tulang.

9. Demam tak jelas
Jika anak lesu dan pucat, demam yang tidak jelas penyebabnya, mengalami perdarahan di kulit atau gusi, ada benjolan di tubuh atau kepala, nyeri pada anggota gerak, perut bengkak atau keras, sebaiknya orangtua waspada dan segera membawanya ke dokter. Bisa jadi hal itu merupakan gejala leukimia (kanker darah) atau kanker limfoma (kelenjar getah bening).

 

sumber : http://www.dechacare.com

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2010 in InFo

 

Menu Pepaya, untuk Kualitas Sperma & Cegah Kanker



Pepaya masak dapat digunakan untuk penyembuhan disentri, rematik, dan yang bermasalah dengan produksi lendir.

Pepaya kaya akan vitamin C dan merupakan sumber antioksidan yang baik.

Kandungan serat di dalamnya juga halus, sehingga baik dikonsumsi oleh kalangan balita sampai usia lanjut.

Pohon pepaya aslinya berasal dari Meksiko Selatan. Tingginya dapat mencapai � 10 meter, dan buahnya dapat dinikmati kapan saja. Tanaman pepaya kini telah meluas, khususnya di negara tropis.

Dalam pengobatan tradisional Cina, pepaya dikenal dapat mengatasi gangguan pencernaan. Buah yang tak mengenal musim ini dapat menghilangkan cacing usus. Pepaya masak dapat digunakan untuk penyembuhan disentri, rematik, dan yang bermasalah dengan produksi lendir.

Yayasan Kanker Internasional pada tahun 1997 melaporkan tentang manfaat vitamin C dan karoten, yang banyak terdapat dalam pepaya, untuk membantu mencegah kanker. Muncul anjuran diet makanan yang mengandung vitamin C dan karotenoid untuk mencegah kanker paru-paru. Cara ini juga kemungkinan dapat melawan kanker kolon, pankreas, kandung kemih, dan payudara, serta mengurangi radikal bebas yang merupakan pencetus kanker.

Rokok merupakan ikatan oksidan yang dapat dilawan dengan antioksidan. Untuk perokok sebaiknya tingkatkan konsumsi vitamin C untuk menyamai kadar vitamin C bagi yang bukan perokok.

Vitamin C sangat esensial untuk pembentukan sperma. Kekurangan vitamin C pada pria dapat menghambat dalam memperoleh keturunan. Perbaikan untuk hal ini memerlukan waktu satu bulan dengan meningkatkan konsumsi vitamin C sebanyak 500 miligram. Kualitas dan kuantitas sperma serta aktivitasnya dapat ditingkatkan dengan menambah konsumsi vitamin C.

Vitamin C juga dapat mengurangi risiko katarak, memperkuat dinding kapiler darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung. Para peneliti percaya bahwa vitamin C juga dapat menghambat penuaan dengan memperbarui sel darah putih.

Pepaya sangat tepat diberikan kepada kaum lanjut usia karena mudah dinikmati dan dicerna. Perlu diperhatikan agar jangan mencampur pepaya untuk masakan jeli dan agar-agar telur karena enzim papain yang ada dalam pepaya akan merusak protein dan agar-agar telur.@

Jus pepaya

Untuk 2 gelas

Bahan:

200 gram pepaya

50 ml air jeruk manis

2 sdm gula pasir

1 klg (330 ml) soft drink dingin

Cara membuat:

1. Blender pepaya bersama air jeruk dan gula sampai halus.

2. Tuang ke dalam gelas, tuangkan soft drink saat akan disajikan.

3. Hidangkan dalam keadaan dingin.


sumber : http://www.dechacare.com

 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2010 in TiPs

 

Kanker Payudara, Pengertian dan Penyembuhan nya

Keberadaan ‘kanker payudara’ menimbulkan rasa takut yang luar bisa bagi kaum perempuan, selain keganasannya yang tanpa ampun, kanker ini kerap datang tiba-tiba tanpa permisi.

PayudaraNamun dengan semakin meningkatnya kesadaran para perempuan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap payudaranya. Maka, kian hari tingkat kematian akibat kanker ganas ini semakin bisa dikurangi. Terutama pada penderita yang berusia di bawah 30 tahun. Tetapi jika ternyata kanker ganas ini ternyata telah bersemayam dalam tubuh Anda, mengingat perkembangannya yang sangat cepat dari stadium 1 hingga tak tertolong hanya memerlukan waktu kurang dari lima tahun. Maka Anda harus rela untuk melakukan berbagai macam tes, menjalani rangkaian pemeriksaan dan perawatan yang super intensif. Semua ini dilakukan agar perkembangan sel liar kanker dapat diketahui tingkat penyebaran. Inilah yang disebut dengan ‘stadium’. Tak perlu panik, karena kemajuan teknologi kedokteran yang semakin berkembang dari hari ke hari. Maka masih banyak kemungkinan bagi Anda untuk lolos dari penyakit mematikan ini.

Nah, ingin tahu lebih detil tentang stadium dan aneka ragam istilah perawatan medis yang harus dilalui oleh penderita kanker payudara? Berikut catatannya:

Stadium 1

Pada stadium ini, benjolan kanker tak lebih dari 2 cm dan tidak dapat terdeteksi dari luar. Perawatan yang sangat sistematis akan diberikan pada kanker stadium ini, tujuannya adalah agar sel kanker tidak dapat menyebar dan tidak berlanjut pada stadium selanjutnya. Pada stadium ini, kemungkinan sembuh total pada pasien adalah 70%.

Stadium 2

Pada stadium ini, kemungkinan sembuh penderita adalah 30 – 40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Biasanya besarnya benjolan kanker sudah lebih dari 2 bahkan bisa sampai 5 cm dan tingkat penyebarannya pun sudah sampai daerah ketiak. Atau bisa juga ukuran kanker sudah mencapai 5 cm tapi belum menyebar kemana-mana. Biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal.

Stadium 3A

Menurut data dari Depkes, 87% kanker payudara ditemukan pada stadium ini. Benjolan kanker sudah berukuran lebih dari 5 cm dan sudah menyebar ke kelenjar limfa.

Stadium 3B

Kanker sudah menyebar ke seluruh bagian payudara, bahkan mencapai kulit, dinding dada, tulang rusuk dan otot dada. Selain itu juga penyebarannya juga sudah menyerang secara tuntas kalenjar limfa. Jika sudah demikian tidak ada alternatif lain selain pengangkatan payudara.

Stadium 4

Sel-sel kanker sudah merembet menyerang bagian tubuh lainnya, biasanya tulang, paru-paru, hati atau otak. Atau bisa juga menyerang kulit, kelenjar limfa yang ada di dalam batang leher. Sama seperti stadium 3, tindakan yang harus dilakukan adalah pengangkatan payudara.

Berikut beberapa istilah tindakan medis yang dilakukan dokter untuk menghentikan laju pertumbuhan sel kanker:

Lumpectomy

Istilah awamnya adalah ‘pengangkatan benjolan’. Biasanya pengangkatan ini disertai sedikit (sangat minimal) jaringan yang sehat. Dengan cara ini, diharapkan jaringan yang tersisa dan masih sehat akan dapat membentuk kembali payudara secara alami.

Mastectomy Radikal

Pengangkatan payudara sebagian atau seluruhnya termasuk otot dada di bawah payudara untuk mencegah penyebaran kanker yang lebih luas. Sekarang, metode ini sudah jarang digunakan karena teknologi kedokteran sudah semakin maju.

Chemotherapy

Adalah terapi yang diberikan berupa pemberian obat-obatan tertentu yang sangat kuat efeknya (anti kanker). Terapi ini bisa diberikan lewat mulut atau berupa suntikan pada pembuluh darah. Pengobatan ini harus diberikan secara berulang-ulang dengan siklus yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.

Terapi hormon

Metode pemberian hormon yang berfungsi sebagai penghambat laju perkembangan sel kanker.

Terapi radiasi

Pengobatan ini biasanya diberikan bersamaan dengan lumpectomy atau masectomy, fungsi terapi ini adalah untuk menghancurkan sel-sel kanker agar tidak merembet ke bagian tubuh yang lainnya.

Vonis kanker payudara bukanlah akhir dari segalanya, dokter adalah manusia yang bisa mengatakan apa saja. Namun, tetap Tuhanlah penentu segalanya termasuk umur manusia!

sumber : http://www.dechacare.com

 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2010 in InFo

 

Tentang Payudara Wanita


Payudara merupakan bagian tubuh yang paling penting bagi seorang wanita, tetapi masih ada banyak hal yang belum diketahui oleh orang mengenai payudara. Dan berikut ini mengenai “Payudara Wanita, perlu diketahui” yang disadur dari Divinecaroline. National Breast Cancer Awareness pernah menyebutkan beberapa hal yang perlu diketahui mengenai payudara.

1. Perempuan merupakan satu-satunya mamalia yang payudaranya terlihat dan berkembang membesar seiring dengan kematangan umur seseorang itu. Mamalia lainnya seperti anjing, kucing dan hewan primata hanya akan mengalami pembengkakan payudara ketika hamil dan menyusui.

2. Tidak ada seorang wanita pun yang memiliki payudara simetris. Setiap payudara pasti akan berbeda tapi karena perbedaannya itu sangat kecil maka banyak yang tidak menyadarinya. Secara umum payudara sebelah kiri akan lebih besar daripada sebelah kanan karena kerja jantung yang lebih banyak pada bagian kiri (bilik kiri).

3. Tidur menyamping atau tidur dengan bertumpu pada satu payudara dapat mengubah bentuk payudara karena jaringan kulit pada payudara sangat elastis, mudah meregang dan dapat menyebabkan payudara turun. Pakar kesehatan telah menyarankan jika wanita ingin tidur menyamping, sebaiknya menggunakan bantal untuk menahan payudaranya.

4. Mitos yang menyebutkan memakai bra/BH ketika tidur menyebabkan kanker payudara tidaklah benar karena tidak ada satu pun bukti ilmiah yang menyebutkannya.

5. Payudara tidak mengandung jaringan otot sehingga tidak ada satu pun olahraga yang dapat mengubah bentuknya. Satu-satunya cara untuk membuat payudara terlihat kencang adalah dengan melatih otot-otot pectoral di bawah jaringan payudara.

6. Menurut perusahaan bra/BH di Amerika, selama satu dekade belakang ini terjadi peningkatan rata-rata ukuran payudara wanita yang biasanya 34B menjadi 36C. Dan diperkirakan pada beberapa dekade yang akan datang, peningkatan tersebut akan terus terjadi.

7. Risiko wanita kehilangan payudaranya akibat kanker payudara adalah 1 berbanding 8. Kebanyakan wanita yang mendapat kanker payudara adalah wanita perokok, obesitas atau mempunyai riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.

8. Seorang lelaki bisa juga menyusui karena memiliki kelenjar susu mamalia seperti pada halnya wanita sehingga bisa menghasilkan air susu. Biasanya lelaki yang bisa menyusui mempunyai masalah hormon atau sedang dalam masa terapi hormon untuk penyakit seperti kanker.

 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2010 in InFo

 

Madu Membuat Langsing


Madu memang dipercaya sebagai pertolongan pertama untuk penyembuhan ataupun sebagai suplemen penambah stamina sejak dulu.  Tapi kini tak hanya itu saja yang menjadi menjadi khasiat madu. Madu membantu program penurunan berat badan? Bagaimana bisa?

Orang Mesir kuno, Cina, Yunani, dan Roma mempercayai bahwa madu memiliki khasiat yang luar biasa sebagai obat dan juga suplemen tubuh. Sekarang bertambah lagi satu khasiat madu. Berdasarkan penelitian ternyata madu bisa membantu proses penuruan berat badan dalam program diet. Hmm.. bagaimana mungkin?

Pada tahun 2008 sebuah studi yang dilakukan Journal of Food Science melaporkan hasil penelitian mereka. Penelitian yang dilakukan pada sejumlah tikus yang telah diberi makan madu ternyata mampu menurunkan bobot hingga 23% dibandingkan dengan yang mengkonsumsi makanan yang rendah gula selama setahun (satu tahun umur tikus sama dengan 20 tahun umur manusia).

“Madu yang digunakan adalah madu dengan kandungan antioksidan yang cukup tinggi, hal ini yang menyebabkana pembakaran lemak yang lebih besar,” ujar Lynne Chepulis, Ph.D. , ketua penelitian dan juga penulis dari buku ‘Healing Honey‘ (Brown Walker Press, 2008).

Menurutnya lagi, semua makanan yang mengandung antioksidan yang cukup tinggi seperti the hijau mampu meningkatkan metabolisme yang berpengaruh pada pembakaran lemak yang juga meningkat. Tapi perlu diingat, tidak semua madu kaya akan antioksidan. Penelitian lain menunjukkan bahwa jeni smadu yang sering dijumpai seperti madu dari pohon semanggi tidak memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi, hal ini pernah dipublikasikan di Journal of the American Dietetic Association.

Para peneliti menghubungkan mengkonsumsi madu dengan penurunan berat badan memang cukup baik, tapi hanya diawal. Menambahakan sejumlah pemanis dalam menu diet tanpa dibarengi mengurangi mekanan lainnya justru menyebabkan penambahan berat badan.

Para peneliti di Penn State University diuji madu terhadap dextromethorphan-bahan aktif dalam obat-paling batuk sebagai penekan batuk pada anak-anak dan menemukan madu menjadi lebih efektif. Rasa manis pada madu ini mungkin yang menjadikannya ‘bahan aktif’. Jika Anda ingin meredakan batuk anak Anda ataupn batuk Anda sendiri coba minum madu.

Tapi jangan sekali-sekali memberikan madu pada bayi dibawah satu tahun. Karena madu bisa saja mengandung spora dari bakteri yang menyebabkan botulism, karena biasanya tubuh bayi belum memiliki kekebalan yang baik seperti orang dewasa.

“Menurut teori, para lebah madu mengumpulkan serbuk sari dari tanaman. Dengan mengkonsumsi sedikit saja madu setiap harinya mempu merangsang sistem kekebalan tubuh Anda dan juga dapat mengurangi alergi,” demikian penjelasan Miguel P. Wolbert, seorang ahli alergi dan imunologi di Allergy & Asthma Care Center di Evansville, Indiana. “Tapi bukan berarti madu mampu menyembuhkan alergi Anda, hanya mengurangi sedikit alergi.” katanya lagi menambahkan.

sumber : http://www.dechacare.com/Madu-Membuat-Langsing-I907.html

 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2010 in TiPs

 

7 Kesalahan Paling Sering Dalam Ber-DIET


1. berlapar-lapar : Berlapar-lapar akan menyebabkan metabolisme tubuh kita menurun, yang menyebabkan melambatnya pembakaran lemak, dan semua itu menurunkan energi kita sehari-hari sehingga kita akan merasa kurang fit, loyo. Lapar juga pertanda perut kita kosong dan gula darah kita sudah menipis
sedangkan otak kita membutuhkannya. Apabila diteruskan, kita akan mulai merasa pusing.Yang benar adalah makan 5-6x sehari, tiga makan normal dan tiga snack untuk memacu metabolisme tubuh supaya tetap tinggi.

2. Skip Breakfast :  Sarapan adalah makan yang paling penting untuk tubuh kita. Setelah kita tidur 8 jam tanpa nutrisi sama sekali, tubuh kita sangat membutuhkan nutrisi pada saat sarapan dan juga untuk menghadapi hari panjang dengan energi yang penuh. Melewatkan sarapan membuat tubuh kita katabolik, yaitu tubuh berusaha mengambil energi dengan cara mengambil dari otot kita.

3. Tidak Makan Malam : Diasumsikan bahwa kita mau tidur koq malah makan. Memang dalam tidur kita tidak membutuhkan kalori dalam jumlah yang banyak, terutama kita tidak membutuhkan karbohidrat yang tinggi. Tetapi kita membutuhkan banyak protein sewaktu kita tidur, karena pada saat kita
tidur, hormon pertumbuhan akan keluar, tubuh akan memperbaiki
semua sel-sel tubuh yang rusak dan bahan baku terpentingnya adalah protein. Sebaiknya konsumsi protein sekitar 2-3 jam sebelum tidur.
Karbohidrate paling telat 4 jam sebelum tidur.

4. Tidak makan setelah berolahraga : Makan setelah berolahraga diasumsikan bahwa olahraga kita akan sia-sia. Habis dibakar koq langsung diisi. Padahal makan setelah berolahraga ini adalah makan terpenting untuk tubuh kita. Sangat disarankan untuk meminum protein dan karbohidrat maksimal 15 menit setelah latihan, dan makan real food maksimal 1 jam setelah latihan untuk perbaikan tubuh kita setelah olahraga.

5. Kurang minum air : Kurang minum air ternyata membuat tubuh kita menahan lebih banyak air di dalam tubuh dan menyebabkan berat tambahan serta kurang minum air juga menyebabkan metabolisme atau pencernaan nutrisi kurang berjalan lancar. Minumlah 2-3 liter air setiap hari.

6. Crash Diet : Lemak mempunyai fungsi penting dalam tubuh kita, membantu penyerapan vitamin A, D, E, K. Apabila lemak tidak kita konsumsi sama sekali, makan tubuh kita akan kekurangan vitamin-vitamin ini dan menyebabkan penyakit yang lebih serius. Tidak makan karbohidrat juga sangat berbahaya karena tubuh kita membutuhkan karbohidrat untuk sumber energi utama. Otak kita juga membutuhkannya untuk energi. Diet yang disarankanadalah yang seimbang, bukan yang mengharamkan salah satu jenis nutrisi yang ada.

7. Menetapkan Cheat day (makan bebas) : Menetapkan cheat day khusus seperti ini dianggap seperti memberikan reward atau hadiah setelah kita berhasil melewati enam hari sebelumnya dengan diet ketat. Diet sebenarnya adalah pola makan teratur, memberikan cheat day akan memprogram otak kita bahwa enam hari sebelumnya adalah hari penuh sengsara. Pola ini apabila diteruskan, lama kelamaan akan membuat kita capek berdiet dan akhirnya melepaskan pola diet yang dijalanin dan membuat diet kita secara keseluruhan gagal. Anggaplah diet Anda adalah sebuah gaya hidup bukan tuntutan atau tekanan dari siapapun juga.

sumber : http://dietsehat911.blogspot.com/2009/10/download-ebooks-dietsehat911.html

 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2010 in InFo

 

Menyusui dapat Membuat Badan Sang Ibu Langsing



MANFAAT air susu ibu (ASI) bagi bayi tentu sudah tak diragukan lagi. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa menyusui juga dapat membantu ibu tetap langsing hingga beberapa tahun mendatang.

Para peneliti menemukan lebih banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh perempuan yang memberikan ASI langsung kepada anaknya. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa perempuan yang menyusui bisa membantu mengurangi lemak perut yang dimiliki, bahkan untuk beberapa puluh tahun ke depan.

Hasil penelitian yang akan dipresentasikan dalam konferensi kesehatan kardiosvakular American Heart Association di San Fransisco ini menunjukkan, perempuan usia menengah yang konsisten menyusui anaknya memiliki lingkar pinggang yang rata-rata 2,6 inci lebih kecil dibandingkan perempuan yang tidak pernah menyusui.

”Lemak di perut merupakan tempat yang paling tidak sehat untuk menyimpan lemak bagi perempuan dan menyusui bisa benar-benar bermanfaat untuk menghilangkan lemak yang buruk ini,” kata peneliti utama dari University of Pittsburgh, Amerika Serikat, Candance McClure PhD seperti dikutip di HealthDay News.

Bagi bayi sendiri, menurut Department of Health and Human Services Amerika Serikat, menyusui sangat bermanfaat terutama menurunkan risiko infeksi telinga, asma, masalah perut, penyakit pernapasan, kulit alergi, diabetes, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Sementara untuk ibu, penelitian telah menunjukkan bahwa menyusui dapat menurunkan risiko wanita untuk menderita diabetes tipe 2, kanker payudara, kanker indung telur, dan depresi pascamelahirkan.

Bahkan, penelitian terakhir telah menunjukkan bahwa wanita yang menyusui anak-anaknya, risiko penyakit jantung dan faktor-faktor yang dikenal berkontribusi untuk itu, seperti diabetes dan sindrom metabolik dapat berkurang.

Banyak ahli sebenarnya sudah menduga bahwa menyusui tidak hanya bermanfaat untuk mengeluarkan kalori berlebih, tetapi juga dapat membantu menghilangkan lemak di perut secara cepat. Kelebihan lemak perut adalah faktor risiko dari penyakit jantung.

Untuk melihat efek jangka panjang dari menyusui, terutama pengaruh pada ukuran lingkar pinggang, McClure dan rekan-rekannya menganalisis 351 wanita yang telah berpartisipasi dalam penelitian Women’s Health Across the Nation Heart Study. Kegiatan ini berlangsung sejak 2001 hingga 2003.

Penelitian ini melibatkan para wanita yang rata-rata berusia 51 tahun dan memiliki rata-rata dua anak, di mana terakhir melahirkan rata-rata saat 19 tahun sebelumnya. Grup yang terdiri atas 43 persen kulit hitam, 57 persen kulit putih, dan 84 persen dari mereka telah mengenyam pendidikan tinggi atau di atasnya.

Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu 29 persen wanita belum pernah menyusui, 29 persen tidak konsisten menyusui (kurang dari tiga bulan untuk setiap anak), dan 42 persen secara konsisten menyusui (semua anak sekurang-kurangnya tiga bulan masing-masing).

Menurut McClure, wanita yang premenopause atau pada awal perimenopause dan tidak pernah menyusui ditemukan memiliki 28 persen lebih lemak di perut daripada wanita yang menyusui semua anakanak mereka. Para wanita yang tidak menyusui memiliki ukuran lingkar pinggang rata-rata lebih dari 2,6 inci bahwa wanita yang menyusui secara konsisten, dan rasio antara pinggang dan pinggul adalah 4,7 persen lebih tinggi.

Rasio pinggang dan pinggul juga digunakan untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular dalam diri wanita tersebut. Semakin tinggi hasilnya, maka semakin besar risiko penyakit jantung. Wanita yang tidak menyusui juga tidak adil jika dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah melahirkan.

Premenopause dan awal perimenopause wanita yang tidak menyusui telah menimbun 42 persen lemak perut lebih daripada wanita yang tidak pernah melahirkan. Namun, para peneliti tidak menemukan perbedaan signifikan secara statistik dalam lemak perut pada wanita yang berada di akhir perimenopause dan menopause.

”Sungguh menarik bahwa para peneliti ini mulai mengasosiasikan menyusui ini dengan mekanisme fisiologis yang dapat melindungi wanita dari penyakit jantung. Tetapi pertanyaan yang masih mengganjal, apakah keuntungan yang didapat dari menyusui atau apakah wanita ini memiliki gaya hidup sehat sepanjang hidup mereka?” kata Dr Nieca Goldberg, Direktur Women’s Heart Program di Langone New York University Medical Center, New York City, Amerika Serikat.

Inti dari penelitian ini, Goldberg mencatat bahwa ”wanita yang menyusui melakukan sesuatu yang baik bagi anak-anak mereka dan mungkin juga untuk diri mereka sendiri”. Karena itu, perempuan yang secara konsisten menyusui anaknya tidak hanya melakukan sesuatu yang baik untuk bayinya, tapi juga untuk dirinya sendiri.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa langsing-tidaknya seorang ibu juga tergantung pada gaya hidup yang dijalaninya. Bila Anda melakukan diet seimbang dan melakukan olahraga secara teratur, ditambah pemberian ASI secara konsisten, bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan manfaat ganda, tubuh bugar dan nyaman, serta terbebas dari penyakit jantung.

 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2010 in InFo