RSS

Monthly Archives: December 2010

-KICK CHART-

KICK CHART PPT

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2010 in kULiAh BiDaN

 

S2 Kebidanan di Australia

Profesi kebidanan adalah salah satu profesi yang sudah diakui di dunia Internasional sebagai profesi yang paling dekat dengan perempuan selama siklus kehidupannya. Sebagai salah satu profesi dalam bidang kesehatan bidan memiliki kewenangan untuk memberikan pelayanan kebidanan yaitu kesehatan reproduksi kepada perempuan remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, bersalin, nifas, masa interval, klimakterium, dan menopause, bayi baru lahir, anak balita dan prasekolah. Selain itu Bidan juga berwenang untuk memberikan pelayanan keluarga berencana dan kesehatan masyarakat.

Pendidikan bidan merupakan wadah dimana calon bidan ditempa yang nantinya akan diterjunkan ke masyarakat untuk pengabdian. Pendidikan langsung atau setelah menempuh pendidikan perawat merupakan pola pendidikan bidan yang awalnya diterapkan diseluruh dunia, karena memang awalnya profesi bidan masih menjadi satu dengan profesi keperawatan. Setelah bidan menemukan jati dirinya yang berbeda dengan keperawatan maka pola pendidikan khusus bidan pun dikembangkan didunia. Dimulai dari tingkat pendidikan bidan yang setara dengan diploma sampai pascasarjana.

Disetiap negara sangat berharap bahwa dengan berkembangnya pendidikan bidan sampai jenjang master, maka profesionalisme dalam menjalankan praktik kebidanan juga meningkat. hal ini tentu saja akan diiringi dengan menurunya angka kematain ibu dan bayi serta meningkatkan status kesehatan masyrakat.

Australia adalah salah satu negara yang juga menyelenggarakan pendidikan kebidanan yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme bidan dalam memberikan asuhan kebidanan melalui pendidikan berjenjang dan berkelanjutan sampai ketingkat master. Pada umunya pendidikan di Australia terpengaruh oleh model kolonialisme Inggris terhadap penerimaan bidan yang direkrut dari perawat, walaupun pada perkembangan terakhir model ini perlahan mulai ditinggalkan dan mengarah pada pola pendidikan khusus bagi bidan.

 

A. Pendidikan Master Kebidanan di Australia
Agar mendapatkan pengakuan dan registrasi dari pemerintah, seorang bidan harus telah menyelesaikan pendidikan yang diakui oleh pemerintahan dimana tempat bidan berada. Di Negara Australia berlaku juga hal yang sama, yang mana bidan yang telah mendapatkan registrasi harus sudah mempunyai kualifikasi sebagai perawat umum sebelum menempuh pendidikan bidan, walaupun sudah ada beberapa bidan praktik yang terlatih sebelum program ini dicanangkan.

Pendidikan perawat umum ditempuh dalam waktu tiga tahun. Pendidikan perawat ini adalah pendidikan bergelar dan mempelajari seluruh aspek kesehatan dan keperawatan yang setelah tamat diberi gelar “Bachelor of Health Science Nursing”. Lulusannya dapat bekerja di institusi yang berhubungan dengan keperawatan psikiatri, geriatric, dan perawatan anak yang mengalami keterlambatan perkembangan. Beberapa perawat umum juga bekerja di unit kebidanan dan NICU.

Selama 10 tahun terakhir, pendidikan bidan dibeberapa Negara bagian Australia telah berpindah dari pendidikan di rumah sakit menjadi pendidikan di universitas. Ada yang berpindah secara keseluruhan, ada yang berpindah sebagian ( kombinasi dari rumah sakit dan universitas).

Program pendidikan yang ditawarkan di universitas berupa “Graduate Diploma” dan ada pula yang berupa “Master”. Program master biasanya ditempuh dengan kuliah jarak jauh atau e-learnig program, sehingga peserta didik selain dapat bekerja juga dapat mengembangkan jenjang pendidikannya sampai pada master.
Calon peserta didik biasanya harus mempunyai pengalaman kerja minimal dua tahun sebelum menempuh pendidikan bidan. Sebagian besar program pendidikan diselesaikan dalam satu tahun dan ada yang dua tahun.

Pendidikan Bidan jenjang master telah banyak didirikan oleh universitas – universitas di Negara bagian di Australia. Beberapa contoh program master sebagai acuan bagi bidan di Indonesia.

1.NEW CASTLE UNIVERSITY
Gelar : M.Mid
Lama pendidikan : 7 – 20 bulan ( 2- 5 trimester)
Row Input
1) Bachelor of Midwifery
2) Lulusan diploma yang sudah terregristrasi
3) Bidan yang belum menempuh pendidikan tersebut diatas tetapi juga mempunyai angka kredit akademik lain sebagai persyaratan seperti:
a) Bidan yang mempunyai pengalaman klinis kebidanan, pendidik, training dan kualifikasi seperti: sertifikat ANC, sertifikat konsultan laktasi, sertifikat Advance Life Suport Obstetric (ALSO), sertifikat teaching and learning.
b) Bidan yang mempunyai tulisan ilmiah kebidanan dengan level setara dengan master.
b. Kurikulum
Kurikulum sebanyak 120 unit sks dengan masa didik ditempuh tiap trimester dengan metoda
e-learning.
c. Biaya : beasiswa dari pemerintahan persemakmuran Australia.
d. Pelaksanaan
1. Bidan Lulusan Diploma
Diploma bidan biasanya sudah menempuh 60 unit sks, sedangkan Diploma lulusan bidan dari
New Castle University telah menempuh 80 unit sks, sehingga bagi diploma bidan lulusan diluar
New Castle University wajib menempuh sks 60 unit untuk melengkapi menjadi 120 unit sks.
Mata kuliah wajib:
a) Contrac learning A = 10 unit
b) Contrac learning B = 10 unit
c) Mata kuliah pilihan = 40 unit
Mata kuliah pilihan masing – masing 10 unit
Investigative Methods for Clinical Practice
Counselling 1
Contemporary Midwefery
Midwifery Practice Issue
The childbearing Woman and Her Family
Teaching and Learning in the Clinical Context
Special Care of Newborn (mata kuliah yang dianjurkan)
Neonatal Intensive Care Nursing (mata kuliah yang dianjurkan)
Leadership and Management in Practice
Leading Change in Practice
Biostatistics A
Research Protocol Design
Epidemiology A Basic Methods
Qualitative Methods in Health Researchv
2) Bagi Bidan Non lulusan diploma
Bidan tersebut harus mempunyai kredit akademik yang bisa disetarakan 60 unit atau sebesar 50%
dari total sks. 120 sks harus tetap diterima, baik melaui laporan (sertifikat – laporan) dan beberapa
mata kuliah pilihan.
Mata kuliah wajib:
a) Contrac learning A = 10 unit
b) Contrac learning B = 10 unit
c) Mata kuliah pilihan minimum 4 mata kuliah ( yang setara 40 sks) dengan beban maksimal 100 sks.
Mata kuliah pilihan:
Investigative Methods for Clinical Practice
Counselling 1
Contemporary Midwefery
Midwifery Practice Issue
The childbearing Woman and Her Family
Teaching and Learning in the Clinical Context
Special Care of Newborn (mata kuliah yang dianjurkan)
Neonatal Intensive Care Nursing (mata kuliah yang dianjurkan)
Leadership and Management in Practice
Leading Change in Practice
Biostatistics A
Research Protocol Design
Epidemiology A Basic Methods
Qualitative Methods in Health Research

 

2. FLINDERS UNIVERSITY
a. Penyelenggaraan : Diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan
b. Gelar :M.Mid
c. Jumlah SKS : 54 SKS
d. Tujuan akhir program Master
1) Memperoleh disiplin ilmu kebidanan tingkat advance meliputi tingkat konseptual dan promosi praktik kebidanan yang lebih baik.
2) Mampu berpartisipasi dalam pertolongan persalinan, meliputu perencanaan, implementasi, dan penelitian kebidanan.
3) Mampu mendemontrasikan praktik kebidanan berdasarkan penelitian kebidanan dan praktik kebidanan yang baik.
4) Mengaplikasi etik dan konsep teoritis untuk analisis dan pengembangan keputusan kilinik yang profesional.
5) Mengembangkan koalitas praktik kebidanan dalam tatanan praktik dengan critical analysis dan pemikiran reflektif.
6) menganalisis lingkungan yang mempengaruhi asuhan kebidanan persalinan pada multicultural masyarakat
7) Mengmbangkn kepemimpinan pada profesi kebidanan
8) Berkontribusi secara profesional baik dalam politik dan sosial kultur berhubungan dengan kebidanan dan komunitas.
9) Mendemontrasikan pemahaman kemampuan aturan yang berkaitan dengan kebidanan.
e. Syarat
Pendaftaran diprogram master kebidanan harus seorang yang telah lulus sebagai perawat kebidanan atau yang setara dengan kualifikasi yang telah disetujui oleh fakultas, harus sudah menjadi bidan yang terregristrasi, dan sudah mempunyai sertifikat praktik.
f. Program Studi
Untuk memenuhi kulifikasi magister kebidananan, mahasiswa harus menempuh 54 sks dan semuanya harus lulus dengan baik dan tidak terdapat mata kuliah pilihan pada program ini.
g. Mata kuliah utama
Mata kuliah utama
1) Issue and Methods in Nursing and Midwifery Research 6 unit
2) Epidemiology for Nurses and Midwives 3 unit
3) Qualitative Research 3 unit
4) Health Statistics 3 unit
5) Clinical Science for Midwives 6 unit
6) Sociology of Childbirth 3 unit
7) Elective topic 3 unit
8) Thesis 36 unit
Pathway 2 (tidak ditawarkan pada 2008)
1) Midwifery 1 9 unit
2) Midwifery 2 9 unit
3) Research Project 18 unit
Pathway 3 (tidak ditawarkan pada 2008)
1) Midwifery 1 9 unit
2) Midwifery 2 9 unit
3) Practice Project in Nursing and Midwifery 9 unit
4) Elective topics 9 unit

ELECTIVE TOPIK (tidak semua topic diselenggarakan tiap tahun atau semester).
1) Midwifery History and Politics 6 unit
2) Law and Ethic for Advanced Practice 3 unit
3) Introduction to Clinical Audit 3 unit
4) Conducting a clinical Audit 3 unit
5) Clinical Audit Paper 3 unit
6) Independent Study 3 unit
7) Independent Study 6 unit
8) Therapeutic Touch : Complementary Healing Modality
in Health and Illness 3 unit
9) Infertility and Issue in Asissted Reproduction 6 unit
10) Independent Study 4.5 unit

 

3. JAMES COOK UNIVERSITY (JCU) – QUEENSLAND
a. Gelar : Master Midwifery
b. Proses pembelajaran
Program master kebidanan bersifat fleksibel, hasiswa bisa full time bisa part time. Jumlah beban sks yang harus ditempuh oleh mahasiswa sebesar 36 sks. untuk mahasiswa lulusan diploma kebidanan Dari James Cook University harus menempuh maksimal 24 kredit point sedangkan mahasiswa selain lulusan James Cook University atau mahasiswa yang berlatang belakang praktik bidan dirumah sakit harus menempuh mata kuliah tambahan yang relevan dengan jurusan kebidanan dengan jumlah angka kredit maksimal 18 sks.
c. Tujuan Program Master:
1) Mencetak Bidan yang kompoten dalam memberikan pelayanan kebidanan yang baik sesuai dengan wewenangnya.
2) Bidan yang mempunyai legal aspek dan etik profesi
3) bidan yang mampu menghargai kepercayaan dan nilai – nilai yang terkait dalam praktik kebidanan dalam seluruh latar belakang social budaya.
4) Bidan yang mampu memberikan pelyanan kebidanan berdasarkan hasil penelitian.
5) Bidan yang mempunyai fungsi mandiri dalam kolaborasi dalam tim.
6) Mampu melakuk penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan.
d. Mata Kuliah
1) Mata Kuliah Level 1
a) Phisicologycal Processes in Midwifery
b) Phatophysiological Processes in Midwifery
c) Precnancy, Birth and Postnatal Midwifery Care
d) Midwifery Care in ‘ At Risk’ Events
2) Mata Kuliah Level 2
a) Perinatal Critical Care and the pregnant Woman
b) Research: Theory and Methodology
c) Professional Midwifery Care
d) Elective Subject
3) Mata Kuliah Level 3
a) Advanced Midwifery Care
b) Dispute Resolution: A Nursing Perspective
c) Independent Project, atau Clinical Governance Project
d) Elective Subject
Mata kuliah pilihan yang bisa diambil oleh mahasiswa program master:
a) Family Planning Queensland Introduction to Sexual & Reproductive Health Theory.
b) Family Planning Queensland Pap Smear Provider Module
c) QNC- Accredited Immunisation Endorsement Program
e. Jadwal Pelaksanaan Perkuliahan
1) Mata Kuliah Periode 1 (February – June)
a) Advanced Phisicologycal Nursing
b) Nursing Inquiry for Specialist Practice
c) Research: Proposal Writing (1)
d) Clinical Governance Project
e) Itroduction to Nurse Education
f) Contemporary Issue in Nurse Education
g) Advanced Surgical Nursing ( tidak diselenggarakn pada tahun 2008)
h) Qualitative Data Management in Nursing (1)
2) Mata Kuliah Periode 2 ( Augustus – Desember)
a) Advanced physiological Nursing
b) Nursing Inquiry for Specialist Practice
c) Research: Proposal Writing (1)
d) Clinical Governance Project
e) Clinical Teaching in Nursing
f) Implementation of Clinical Teaching Strategies
g) Contemporary Issue in Acute Care Nursing (akan dibuka pada tahun 2009)
h) Nursing Management Across the Health Sector
i) Advanced Medical Nursing
j) Nursing Leadership
f. Output
Program magister kebidanan ini mempersiapkan lulusanya untuk menjadi bidan praktik yang mempunyai:
1) Fungsi sebagai bidan praktik yang berkompeten sebagai bidan fasilitator dalam kehamilan, persalinan, nifas tampa komplikasi.
2) Fungsi interdependen dalam berkooperatif dengan tenaga kesehatan lain dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan melaiputi pelayanan kehamilan, persalinan, nifas dengan komplikasi.
3) Funagsi sebagai pendidik dan konselor dalam keluarga dan keluarga berencana.
g. Syarat
Telah menempuh pendidikan bidan (program diploma kebidanan) dan menjadi bidan yang terregristrasi dalam lingkungan negara Australia. Pendaftar yang memenuhi syarat tersebut, maka pengalaman praktiknya tidak akan diperhitungkan. Pendaftaran untuk program ini dilakukan 2 kali dalam satu tahun.
h. Pembiayaan
Pembiayaan program ini bisa dipilih dari beasiswa Negara persemakmuran (dengan syarat tertentu) atau biaya sendiri.

 

4. MASSEY UNIVERSITY (NEW ZEALAND)
a. Gambaran Umum
Program Master kebidanan ini diperuntukkan kepada semua praktisi bidan/ bidan yang bekerja diklinik dan tertarik untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kebidanan. Proses pembelajaran yang diselenggarakan secara moduler dan fleksibel meliputi beberapa mata kuliah yang mendukung praktik kebidanan. Program master kebidanan ini diselenggarakan untuk mengembangkan kemampuan bidan terutam untuk bidang penelitian dan keterampilan klinik yang lebih baik, serta dibuka untuk tenaga professional lain yang bekerja dibidang ibu, bayi dan keluarga.
b. Tujuan Program Master Kebidanan:
1) Mengembangkan kemampuan bidan dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan klinik melalui metode pembelajaran tiori, praktik klinik dan tugas mandiri yang digabung dalam penelitian berdasarkan avidence based.
2) Menyediakan pendidikan bagi para bidan sebagai alternatif dari master of Art/Master of Philosophy, dengan kualifikasi yang sama dengan lulusan pascasarjana.
c. Lulusan
Lulusan dari program master kebidanan ini akan melanjutkan memberikan asuahan kebidanan dalam berbagai aspek sesuai kewenangannya dan mampu utnuk melakukan penelitian dibidang yang terkait. Mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan bagi bidan yang belaum melanjutkan pendidikannya serta membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan maternal.
d. Mata Kuliah
Master of Midwifery (M.Mid) merupakan program yang terintegrasi yang mempunyai mata kuliah yang mendukung pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kebidanan melalui gabungan dari pembelajaran teori, praktikklinik, dan proyek.
e. Mata Kuliah wajib (teori)
1) Midwifery Knowledge Philosophy
2) Avidence Based Midwifery Practice
3) Health Recearch design Methods Practicum
4) Recearch Report
Mata Kuliah Pilihan I (mahasiswa diwajibkan memilih satu mata kuliah ).
1) Breastfeeding
2) Maternal Mental Health
3) Special Topik or an approvide alternative
Mata Kuliah Pilihan II (mahasiswa diwajibkan memilih satu atau dua mata kuliah)
1) Ethical Dilemamas and Decision in Professional Practice
2) Personal and Community Health
3) Special topic II
4) Special topic III
5) Woment’s Helath
6) Contemporary Trends in Clinical Teaching and Learning
7) Pain Management
8) Health Systems Management.

 

5. GRIFFITH UNIVERSITY
a. Nama Program : Master of Midwifery
b. Gelar : M.Mid
c. Lokasi : Logan campus
d. Penyelenggara : School of Nursing and Midwifery
e. Lama Pendidikan : 1 tahun full time dan 2 tahun part time
f. SKS : 80 SKS
g. Row input
Program master kebidanan ini dipersiapkan bagi perawat yang terregristrasi dan bidan klinik yang professional. Program ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan bidan dalam memberikan asuhan kebidanan bagi klien dan keluarga.
h. Jenis Program yang dibuka
Program Code Program title Campus Semester Intake
1. 5230 Master of Midwifery Logan S1 / S2
2. 5244 Master of Midwifery with Honours Logan S1 / S2

Syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan gelar Master of Midwefery (M.Mid) mahasiswa harus:
1) Menyelesaikan 60 SKS
2) Ditambah 20 kredit Point untuk penelitian
3) Ditambah jam praktik klinik minimum 500 jam. kegiatan praktik klinik dapat dilaksanakan mahasiswa 2 -3 hari selama seminggu di semester I dan pada saat libur semester.
Sedangakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan gelar Master of Midwefery with Honours (MMid), mahasiswa harus:
1) Menyelesaikan 60 SKS bobot inti kebidanan.
2) Ditambah 20 SKS penelitian
3) Ditambah 40 SKS disertasi

i. Mata Kuliah
1) Master of Midwifery (80 SKS)
a) Full Time
Full Time Course List
Year Semester Cataloc Numbers Course SKS
1 I 7951NRS Pre and Postnatal Midwifery 20
1 I 7952NRS Promoting Normal Childbirth 20
1 II 7019NRS Quantitative Research 10
1 II 7018NRS Quantitative Research 10
1 II 7054NRS Complication of Childbearing 20

b) Part Time
Part Time Course List
Year Semester Cataloc Numbers Course SKS
1 I 7951NRS Pre and Postnatal Midwifery 20
1 I 7952NRS Promoting Normal Childbirth 20
1 II 7019NRS Quantitative Research 10
1 II 7018NRS Quantitative Research 10
1 II 7054NRS Complication of Childbearing 20

2) Midwifery with Honours (120 SKS)
a) Full Time
Selain menyelesaikan 80 SKS mahasiswa harus menelesaikan tambahan 40 SKS melalui:
Full Time Course List
Year Semester Cataloc Numbers Course SKS
3 I 7999NRS P1 Dissertation 1 10
3 I 7999NRS P2 Dissertation 2 10
3 I 7999NRS P3 Dissertation 3 10
3 I 799NRS P4 Dissertation 4 10

b) Part Time
Part Time Course List
Year Semester Cataloc Numbers Course SKS
3 I 7999NRS P1 Dissertation 1 10
3 I 7999NRS P2 Dissertation 2 10
3 II 7999NRS P3 Dissertation 3 10
3 II 799NRS P4 Dissertation 4 10

 

Simpulan
Dari 5 universitas yang menyelenggarakan program pendidikan magister yang ada di negara bagian Australia ditemui beberapa persamaan model program meliputi:
1. Program Pendidikan : Master of Midwifery
2. Gelar : M.Mid
3. Row Input
Bidan atau perawat yang telah lulus diploma kebidanan dengan kualifikasi sudah terregritrasi, bekerja secara kilinik dibidang kebidanan, yang disertai dengan sertifikasi kemampuan – kemampuan lain yang berhubungan dengan kebidanan.
4. Beban Studi : Rata – rata 40 – 120 SKS
5. Lama pendidikan : 1 – 3 tahun (2 samapai 5 semester)
6. Mata kuliah
Mata kuliah yang diajarkan meliputi pengetahuan dan keterampilan yang berbasis kompetensi kebidanan (kehamilan, persalinan, nifas, bayi / anak fisiologi maupun patologis) sesuai dengan issue yang berkembang dan berdasarkan evidence based, pengetahuan tentang hukum, epidimiology, keluarga berencana, psikologi, kemampuan managerial dan pengembangna kemampuan penelitian setingkat master.
7. Metode Pembelajaran
Lebih ditekankan pada pembelajaran SPICES:
Student Centre
Problem Based
Integrited
Community Based
Elective
Sistematic
7. Tujuan Program
Upaya pengembangan kemampuan bidan dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan klinik melalui metoda pembelajaran tiori dan praktik klinik serta tugas mandiri yang dipadukan dengan penelitian berdasarkan evidance based, dapat ikut serta dalam pengembangan pendidikan bagi bidan yang belum melanjutkan pendidikan serta membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.

 

Sumber
http://bidanshop.blogspot.com/2009/12/s2-kebidanan-di-australia.html

 
18 Comments

Posted by on December 31, 2010 in InFo

 

Profesi Bidan Mulai Merangkak Naik


FK Unair – Keberadaan dan kapabilitas profesi bidan di tengah kehidupan masyarakat Indonesia masih di pandang sebelah mata, terlebih ketika kita “menilik” kembali perjalanan awal pendidikan bidan di indonesia yang hingga saat ini telah jatuh bangun dalam mengupayakan peningkatan peran tenaga bidan di tengah kehidupan masyarakat.

Di hari ke-2 acara konferensi kebidanan internasional dan workshop di Aula FK Unair (22/10) yang bekerjasama dengan Auckland University of Technology- New Zealand, serangkaian upaya pengembangan formula pendidikan kebidanan coba dipaparkan didalamnya.
Tampil sebagai pembicara Dekan FK Unair Prof. Dr. Muhammad Amin, dr.Sp.P(K), Anggota PP Ikatan Bidan Indonesia (IBI) bidang pendidikan dan pelatihan Yetty Irawan, MSC dan Kepala Prodi Kebidanan AUT New Zealand Jackie Gunn, RM, RGON, MA (Hons).

Prof. Amin menyampaikan saat ini di Indonesia sedang membutuhkan sebanyak 70.000 orang bidan yang siap untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Jumlah tersebut diharapkan dapat meminimalisasi tingkat kematian ibu dan bayi dalam proses persalinan yang terus bertambah.

Sebagai solusinya saat ini pemerintah tengah mensosialisasikan program “Indonesia Sehat 2010” yang memprioritaskan pada dua hal antara lain menekan angka kematian ibu dan bayi, serta perbaikan gizi anak Indonesia.

Untuk itu, tambahnya, diharapkan kemampuan akademik dan kompetensi bidan Indonesia harus di tingkatkan secara bersamaan, yaitu dengan melanjutkan pendidikanya dari tingkat vokasi (D3) ke tingkat akademik (S1), karena jenjang pendidikan yang ditempuh sangat berpengaruh pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta menjadi syarat utama dalam meraih kesempatan berkembang hingga ke manca negara.

Selain meningkatkan kemampuan akademik, seorang bidan diharapkan mampu menguasai teknik berkomunikasi yang baik terhadap para pasiennya.

“Mengapa demikian? karena ternyata salah satu faktor yang membuat banyak orang Indonesia memutuskan untuk lari berobat ke luar negeri adalah karena minimnya kemampuan yang dimilki tenaga medis indonesia dalam menjalin komunikasi yang baik dengan para pasien”ungkapnya.

Hal serupa juga di sampaikan oleh Kepala Prodi Kebidanan AUT New Zealand Jackie Gunn, RM, RGON, MA (Hons).

Menurutnya bidan di indonesia memiliki peluang untuk dapat mengembangkan kompetensinya hingga ke manca negara, asal dapat memenuhi beberapa kualifikasi yang telah ditentukan, dimulai dengan pembuatan visa untuk mendapatkan ijin kerja keluar negeri, serta menyertakan lisensi dari Badan Konsil Kesehatan Indonesia untuk mendapatkan surat ijin berpraktek ke luar negeri ,setelah memenuhi kualifikasi tersebut para bidan baru dapat mengaplikasikan kemampuannya disana.

Jackie menambahkan ada 3 kompetensi yang harus dimiliki oleh sorang bidan, antara lain kompetensi teori komprehensif, pengetahuan, skill, serta menguasai teknik pendekatan komunikatif kepada pasien.

“bahasa bukanlah sebuah kendala dalam proses belajar, karena dimanapun yang namanya proses persalinan memiliki teknik yang sama” ungkapnya

Di sisi lain, Yetty Irawan, MSC Mengungkapkan saat ini Indonesia memiliki jumlah lulusan program pendidikan D3 kebidanan sangat banyak, terhitung setiap tahunnya sejumlah sekolah kebidanan setingkat Vokasi ( D3) yang saat ini menjamur di indonesia mampu meluluskan sebanyak 1500 orang bidan baru, namun ironisnya pertambahan jumlah tenaga bidan tidak juga meminimalisasi tingkat kematian ibu dan bayi di indonesia.

Untuk itu saat ini, IBI berupaya untuk menekan jumlah lulusan kebidanan dan lebih memprioritaskan pada peningkatan kwalitas akademik dan kompetensi. Antara lain dengan mengarahkan para lulusan untuk menempuh program pendidikan S1 untuk kematangan akademisnya, serta upaya mengasah kemampuan non akademisnya.

Selain itu, tambahnya, program internasionalisasi juga diupayakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan seorang bidan, mengingat 57 tahun yang lalu IBI telah melakukan berbagai kerjasama dengan badan profesi bidan luar negeri , tentunya kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung kompetensi bidan Indonesia.
“kini bidan Indonesia telah memiliki standar profesi, dan standar pendidikan, tinggal mengupayakan sosialisasi kompetensi bidan ke tengah masyarakat” ungkapnya.
(Mo)

 

Sumber   :

http://www.fk.unair.ac.id/index.php/Headline-News/profesi-bidan-mulai-merangkak-naik.html

 

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2010 in aBoUt InDoNeSiAn MiDwIvEs

 

MAKALAH TB PARU

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Tuberculosis (TB) merupakan penyakit infeksi bakteri menahun yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis, suatu basil tahan asam yang ditularkan melalui udara (Asih, 2004). Penyakit ini ditandai dengan pembentukan granuloma pada jaringan yang terinfeksi. Komplikasi. Penyakit TB paru bila tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan komplikasi seperti: pleuritis, efusi pleura, empiema, laryngitis dan TB usus.

Penderita tuberkulosis di kawasan Asia terus bertambah. Sejauh ini, Asia termasuk kawasan dengan penyebaran tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia. Setiap 30 detik, ada satu pasien di Asia meninggal dunia akibat penyakit ini. Sebelas dari 22 negara dengan angka kasus TB tertinggi berada di Asia, di antaranya Banglades, China, India, Indonesia, dan Pakistan. Empat dari lima penderita TB di Asia termasuk kelompok usia produktif (Kompas, 2007). Di Indonesia, angka kematian akibat TB mencapai 140.000 orang per tahun atau 8 persen dari korban meninggal di seluruh dunia. Setiap tahun, terdapat lebih dari 500.000 kasus baru TB, dan 75 persen penderita termasuk kelompok usia produktif. Jumlah penderita TB di Indonesia merupakan ketiga terbesar di dunia setelah India dan China.

Kehamilan dan tuberculosis merupakan dua stressor yang berbeda pada ibu hamil. Stressor tersebut secara simultan mempengaruhi keadaan fisik dan mental ibu hamil. Efek TB pada kehamilan tergantung pada beberapa faktor antara lain tipe, letak dan keparahan penyakit, usia kehamilan saat menerima pengobatan antituberkulosis, status nutrisi ibu hamil, ada tidaknya penyakit penyerta, status imunitas, dan kemudahan mendapatkan fasilitas diagnosa dan pengobatan TB. Selain itu, risiko juga meningkat pada janin, seperti abortus, terhambatnya pertumbuhan janin, kelahiran prematur dan terjadinya penularan TB dari ibu ke janin melalui aspirasi cairan amnion (disebut TB kongenital).

Mengingat akan bahaya TB paru dan pentingnya memberikan pelayanan pada ibu untuk mempersiapkan kehamilan, terutama untuk mendeteksi dini, memberikan terapi yang tepat serta pencegahan dan penanganan TB pada masa prakonsepsi, maka dalam makalah ini akan di bahas segala teori tentang TB paru dan hubungannya dengan masa prakonsepsi wanita untuk mempersiapkan kehamilan. Selain itu, dalam makalah ini juga akan dibahas peranan bidan dalam melaksanakan asuhan kebidanan prakonsepsi, utamanya terhadap klien penderita TB paru.

 

1.2 Rumusan Masalah

a. TB Paru

  1. Apa Definisi TB Paru?
  2. Mengapa seseorang bisa sampai terkena penyakit TB Paru?
  3. Bagaimana tanda dan gejala penyakit TB Paru?

4.   Bagaimana hubungan antara TB Paru dengan kehamilan dan janin?

 

1.3 Tujuan Penulisan

  1. Untuk menjelaskan Definisi TB Paru
  2. Untuk menjelaskan penyebab penyakit TB Paru, tanda dan gejala serta patofisiologinya dalam tubuh.
  3. Untuk menjelasan hubungan antara TB Paru dengan kehamilan.
  4. Untuk menjelaskan peran bidan dalam melaksanakan asuhan kebidanan masa prakonsepsi utamanya terhadap penderita TB Paru.

1.4 Manfaat Penulisan

  1. Untuk mengetahui definisi TB Paru.
  2. Untuk mengetahui penyebab penyakit TB Paru, tanda dan gejala serta patofisiologinya dalam tubuh.
  3. Untuk mengetahui hubungan antara TB Paru dengan kehamilan.
  4. Untuk mengetahui peran bidan dalam melaksanakan asuhan kebidanan masa prakonsepsi utamanya terhadap penderita TB Paru.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi

Tuberculosis merupakan penyakit infeksi bakteri menahun pada paru yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis, yaitu bakteri tahan asam yang ditularkan melalui udara yang ditandai dengan pembentukan granuloma pada jaringan yang terinfeksi. Mycobacterium tuberculosis merupakan kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru / berbagai organ tubuh lainnya yang bertekanan parsial tinggi. Penyakit tuberculosis ini biasanya menyerang paru tetapi dapat menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh termasuk meninges, ginjal, tulang, nodus limfe. Infeksi awal biasanya terjadi 2-10 minggu setelah pemajanan. Individu kemudian dapat mengalami penyakit aktif karena gangguan atau ketidakefektifan respon imun.

 

2.2 Etiologi

TB paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang merupakan batang aerobic tahan asam yang tumbuh lambat dan sensitif terhadap panas dan sinar UV. Bakteri yang jarang sebagai penyebab, tetapi pernah terjadi adalah M. Bovis dan M. Avium.

 

2.3 Tanda Dan Gejala

1. Tanda

a. Penurunan berat badan

b. Anoreksia

c. Dispneu

d. Sputum purulen/hijau, mukoid/kuning.

2. Gejala

a. Demam

Biasanya menyerupai demam influenza. Keadaan ini sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh penderita dengan berat-ringannya infeksi kuman TBC yang masuk.

b. Batuk

Terjadi karena adanya infeksi pada bronkus. Sifat batuk dimulai dari batuk kering kemudian setelah timbul peradangan menjadi batuk produktif (menghasilkan sputum). Pada keadaan lanjut berupa batuk darah karena terdapat pembuluh darah yang pecah. Kebanyakan batuk darah pada ulkus dinding bronkus.

c.Sesak nafas.

Sesak nafas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut dimana infiltrasinya sudah setengah bagian paru.

d. Nyeri dada

Timbul bila infiltrasi radang sudah sampai ke pleura (menimbulkan pleuritis)

e.Malaise

Dapat berupa anoreksia, tidak ada nafsu makan, berat badan turun, sakit kepala, meriang, nyeri otot, keringat malam.

 

2.4 Patofisiologi

Pada tuberculosis, basil tuberculosis menyebabkan suatu reaksi jaringan yang aneh di dalam paru-paru meliputi: penyerbuan daerah terinfeksi oleh makrofag, pembentukan dinding di sekitar lesi oleh jaringan fibrosa untuk membentuk apa yang disebut dengan tuberkel. Banyaknya area fibrosis menyebabkan meningkatnya usaha otot pernafasan untuk ventilasi paru dan oleh karena itu menurunkan kapasitas vital, berkurangnya luas total permukaan membrane respirasi yang menyebabkan penurunan kapasitas difusi paru secara progresif, dan rasio ventilasi-perfusi yang abnormal di dalam paru-paru dapat mengurangi oksigenasi darah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.5 Pemeriksaan Penunjang

Pada anak, uji tuberkulin merupakan pemeriksaan paling bermanfaat untuk menunjukkan sedang/pernah terinfeksi Mikobakterium tuberkulosa dan sering digunakan dalam “Screening TBC”. Efektifitas dalam menemukan infeksi TBC dengan uji tuberkulin adalah lebih dari 90%. Pembacaan hasil tuberkulin dilakukan setelah 48 – 72 jam; dengan hasil positif bila terdapat indurasi diameter lebih dari 10 mm, meragukan bila 5-9 mm. Uji tuberkulin bisa diulang setelah 1-2 minggu. Pada anak yang telah mendapat BCG, diameter indurasi 15 mm ke atas baru dinyatakan positif, sedangkan pada anak kontrak erat dengan penderita TBC aktif, diameter indurasi ≥ 5 mm harus dinilai positif. Alergi disebabkan oleh keadaan infeksi berat, pemberian immunosupreson, penyakit keganasan (leukemia), dapat pula oleh gizi buruk, morbili, varicella dan penyakit infeksi lain.

Gambaran radiologis yang dicurigai TB adalah pembesaran kelenjar nilus, paratrakeal, dan mediastinum, atelektasis, konsolidasi, efusipieura, kavitas dan gambaran milier. Bakteriologis, bahan biakan kuman TB diambil dari bilasan lambung, namun memerlukan waktu cukup lama. Serodiagnosis, beberapa diantaranya dengan cara ELISA (Enzyime Linked Immunoabserben Assay) untuk mendeteksi antibody atau uji peroxidase – anti – peroxidase (PAP) untuk menentukan IgG spesifik. Teknik bromolekuler, merupakan pemeriksaan sensitif dengan mendeteksi DNA spesifik yang dilakukan dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Uji serodiagnosis maupun biomolekular belum dapat membedakan TB aktif atau tidak.

Tes tuberkulin positif, mempunyai arti :

1.      Pernah mendapat infeksi basil tuberkulosis yang tidak berkembang menjadi penyakit.

2.      Menderita tuberkulosis yang masih aktif

3.      Menderita TBC yang sudah sembuh

4.      Pernah mendapatkan vaksinasi BCG

5.      Adanya reaksi silang (“cross reaction”) karena infeksi mikobakterium atipik.

 

 

2.6. Epidemiologi Dan Penularan TBC

Dalam penularan infeksi Mycobacterium tuberculosis hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

1.      Reservour, sumber dan penularan

Manusia adalah reservoar paling umum, sekret saluran pernafasan dari orang dengan lesi aktif terbuka memindahkan infeksi langsung melalui droplet.

2.      Masa inkubasi

Yaitu sejak masuknya sampai timbulnya lesi primer umumnya memerlukan waktu empat sampai enam minggu, interfal antara infeksi primer dengan reinfeksi bisa beberapa tahun.

3.      Masa dapat menular

Selama yang bersangkutan mengeluarkan bacil Turbekel terutama yang dibatukkan atau dibersinkan.

4.      Immunitas

Anak dibawah tiga tahun paling rentan, karena sejak lahir sampai satu bulan bayi diberi vaksinasi BCG yang meningkatkan tubuh terhadap TBC.

2.7 Stadium TBC

  1. Kelas 0

Tidak ada jangkitan tuberkulosis, tidak terinfeksi (tidak ada riwayat terpapar, reaksi terhadap tes kulit tuberkulin tidak bermakna).

  1. Kelas 1

Terpapar tuberkulosis, tidak ada bukti terinfeksi (riwayat pemaparan, reaksi tes tuberkulosis tidak bermakna)

  1. Kelas 2

Ada infeksi tuberkulosis, tidak timbul penyakit (reaksi tes kulit tuberkulin bermakna, pemeriksa bakteri negatif, tidak bukti klinik maupun radiografik).

Status kemoterapi (pencegahan) :

  • Tidak ada
  • Dalam pengobatan kemoterapi
  • Komplit (seri pengobatan dalam memakai resep dokter)
  • Tidak komplit
  1. Kelas 3

Tuberkuosis saat ini sedang sakit (Mycobacterium tuberkulosis ada dalam biakan, selain itu reaksi kulit tuberkulin bermakna dan atau bukti radiografik tentang adanya penyakit). Lokasi penyakit : paru, pleura, limfatik, tulang dan/atau sendi, kemih kelamin, diseminata (milier), menigeal, peritoneal dan lain-lain.

Status bakteriologis :

a.       Positif dengan :

  • Mikroskop saja
  • Biakan saja
  • Mikroskop dan biakan

b.      Negatif dengan :

  • Tidak dikerjakan

Status kemoterapi :

Dalam pengobatan kemoterapi sejak kemoterapi diakhiri, tidak lengkap reaksi tes kulit tuberkulin :

a.       Bermakna

b.      Tidak bermakna

  1. Kelas 4

Tuberkulosis saat ini tidak sedang menderita penyakit (ada riwayat mendapat pengobatan pencegahan tuberkulosis atau adanya temuan radiografik yang stabil pada orang yang reaksi tes kulit tuberkulinya bermakna, pemeriksaan bakteriologis, bila dilakukan negatif. Tidak ada bukti klinik tentang adanya penyakit pada saat ini).

Status kemoterapi :

a.       Tidak mendapat kemoterapi

b.      Dalam pengobatan kemoterapi

c.       Komplit

d.      Tidak komplit

  1. Kelas 5

Orang dicurigai mendapatkan tuberkulosis (diagnosis ditunda)

Kasus kemoterapi :

a.       Tidak ada kemoterapi

b.      Sedang dalam pengobatan kemoterapi.

 

2.8 Komplikasi

Komplikasi Penyakit TB paru bila tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan komplikasi seperti: pleuritis, efusi pleura, empiema, laringitis,TB usus.

Menurut Dep.Kes (2003) komplikasi yang sering terjadi pada penderita TB Paru stadium lanjut: 1) Hemoptisis berat (perdarahan dari saluran nafas bawah) yang dapat mengakibatkan kematian karena syok hipovolemik atau tersumbatnya jalan nafas. 2) Kolaps dari lobus akibat retraksi bronkial. 3) Bronkiectasis dan fribosis pada Paru. 4) Pneumotorak spontan: kolaps spontan karena kerusakan jaringan Paru. 5) Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, persendian, ginjal dan sebagainya. 6) Insufisiensi Kardio Pulmoner

2.9 Penanganan

a.       Promotif

1.      Penyuluhan kepada masyarakat apa itu TBC

2.      Pemberitahuan baik melalui spanduk/iklan tentang bahaya TBC, cara penularan, cara pencegahan, faktor resiko

3.      Mensosialisasiklan BCG di masyarakat.

b.      Preventif

1.      Vaksinasi BCG

2.      Menggunakan isoniazid (INH)

3.      Membersihkan lingkungan dari tempat yang kotor dan lembab.

4.      Bila ada gejala-gejala TBC segera ke Puskesmas/RS, agar dapat diketahui secara dini.

c.       Kuratif

Pengobatan tuberkulosis terutama pada pemberian obat antimikroba dalam jangka waktu yang lama. Obat-obat dapat juga digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit klinis pada seseorang yang sudah terjangkit infeksi. Penderita tuberkulosis dengan gejala klinis harus mendapat minuman dua obat untuk mencegah timbulnya strain yang resisten terhadap obat. Kombinasi obat-obat pilihan adalah isoniazid (hidrazid asam isonikkotinat = INH) dengan etambutol (EMB) atau rifamsipin (RIF). Dosis lazim INH untuk orang dewasa biasanya 5-10 mg/kg atau sekitar 300 mg/hari, EMB, 25 mg/kg selama 60 hari, kemudian 15 mg/kg, RIF 600 mg sekali sehari. Efek samping etambutol adalah Neuritis retrobulbar disertai penurunan ketajaman penglihatan. Uji ketajaman penglihatan dianjurkan setiap bulan agar keadaan tersebut dapat diketahui. Efek samping INH yang berat jarang terjadi. Komplikasi yang paling berat adalah hepatitis. Resiko hepatitis sangat rendah pada penderita dibawah usia 20 tahun dan mencapai puncaknya pada usia 60 tahun keatas. Disfungsi hati, seperti terbukti dengan peningkatan aktivitas serum aminotransferase, ditemukan pada 10-20% yang mendapat INH. Waktu minimal terapi kombinasi 18 bulan sesudah konversi biakan sputum menjadi negatif. Sesudah itu masuk harus dianjurkan terapi dengan INH saja selama satu tahun.

Baru-baru ini CDC dan American Thoracis Societty (ATS) mengeluarkan pernyataan mengenai rekomendasi kemoterapi jangka pendek bagi penderita tuberkulosis dengan riwayat tuberkulosis paru pengobatan 6 atau 9 bulan berkaitan dengan resimen yang terdiri dari INH dan RIF (tanpa atau dengan obat-obat lainnya), dan hanya diberikan pada pasien tuberkulosis paru tanpa komplikasi, misalnya : pasien tanpa penyakit lain seperti diabetes, silikosis atau kanker didiagnosis TBC setelah batuk darah, padahal mengalami batu dan mengeluarkan keringat malam sekitar 3 minggu.

 

 

2.10 Tuberkulosis pada kehamilan

2.10.1 Pengaruh tuberculosis terhadap kehamilan

Kehamilan dan tuberculosis merupakan dua stressor yang berbeda pada ibu hamil. Stressor tersebut secara simultan mempengaruhi keadaan fisik mental ibu hamil. Lebih dari 50 persen kasus TB paru adalah perempuan dan data RSCM pada tahun 1989 sampai 1990 diketahui 4.300 wanita hamil,150 diantaranya adalah pengidap TB paru (M Iqbal, 2007 dalam http://www.mail-archive.com/)

Efek TB pada kehamilan tergantung pada beberapa factor antara lain tipe, letak dan keparahan penyakit, usia kehamilan saat menerima pengobatan antituberkulosis, status nutrisi ibu hamil, ada tidaknya penyakit penyerta, status imunitas, dan kemudahan mendapatkan fasilitas diagnosa dan pengobatan TB. Status nutrisi yang jelek, hipoproteinemia, anemia dan keadaan medis maternal merupakan dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas maternal.

Usia kehamilan saat wanita hamil mendapatkan pengobatan antituberkulosa merupakan factor yang penting dalam menentukan kesehatan maternal dalam kehamilan dengan TB. Jika pengobatan tuberkulosis diberikan awal kehamilan, dijumpai hasil yang sama dengan pasien yang tidak hamil, sedangkan diagnosa dan perewatan terlambat dikaitkan dengan meningkatnya resiko morbiditas obstetric sebanyak 4x lipat dan meningkatnya resiko preterm labor sebanyak 9x lipat. Status sosio-ekonomi yang jelek, hypo-proteinaemia, anemia dihubungkan ke morbiditas ibu.

Kehamilan dapat berefek terhadap tuberculosis dimana peningkatan diafragma akibat kehamilan akan menyebabkan kavitas paru bagian bawah mengalami kolaps yang disebut pneumo-peritoneum. Pada awal abad 20, induksi aborsi direkomondasikan pada wanita hamil dengan TB.

Selain paru-paru, kuman TB juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti usus, selaput otak, tulang, dan sendi, serta kulit. Jika kuman menyebar hingga organ reproduksi, kemungkinan akan memengaruhi tingkat kesuburan (fertilitas) seseorang. Bahkan, TB pada samping kiri dan kanan rahim bisa menimbulkan kemandulan. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran pada pengidap TB atau yang pernah mengidap TB, khususnya wanita usia reproduksi. Jika kuman sudah menyerang organ reproduksi wanita biasanya wanita tersebut mengalami kesulitan untuk hamil karena uterus tidak siap menerima hasil konsepsi.

Harold Oster MD,2007 dalam http://www.okezone.com/index.php mengatakan bahwa TB paru (baik laten maupun aktif) tidak akan memengaruhi fertilitas seorang wanita di kemudian hari. Namun, jika kuman menginfeksi endometrium dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Tapi tidak berarti kesempatan untuk memiliki anak menjadi tertutup sama sekali, kemungkinan untuk hamil masih tetap ada. Idealnya, sebelum memutuskan untuk hamil, wanita pengidap TB mengobati TB-nya terlebih dulu sampai tuntas. Namun, jika sudah telanjur hamil maka tetap lanjutkan kehamilan dan tidak perlu melakukan aborsi.

 

2.10.2 Pengaruh tuberkulosis terhadap janin

Menurut Oster, 2007 jika kuman TB hanya menyerang paru, maka akan ada sedikit risiko terhadap janin. Untuk meminimalisasi risiko,biasanya diberikan obat-obatan TB yang aman bagi kehamilan seperti Rifampisin, INH dan Etambutol. Kasusnya akan berbeda jika TB juga menginvasi organ lain di luar paru dan jaringan limfa, dimana wanita tersebut memerlukan perawatan di rumah sakit sebelum melahirkan. Sebab kemungkinan bayinya akan mengalami masalah setelah lahir. Penelitian yang dilakukan oleh Narayan Jana, KalaVasistha, Subhas C Saha, Kushagradhi Ghosh, 1999 dalam http://proquest.umi.com/pqdweb tentang efek TB ekstrapulmoner tuberkuosis, didapatkan hasil bahwa tuberkulosis pada limpha tidak berefek terhadap kahamilan, persalinan dan hasil konsepsi. Namun juka dibandingkan dengan kelompok wanita sehat yang tidak mengalami tuberculosis selama hamil mempunyai resiko hospitalisasi lebih tinggi (21% : 2%), bayi dengan APGAR skore rendah segera setelah lahir (19% : 3%), berat badan lahir rendah (<2500 gram).

Selain itu, risiko juga meningkat pada janin, seperti abortus, terhambatnya pertumbuhan janin, kelahiran prematur dan terjadinya penularan TB dari ibu ke janin melalui aspirasi cairan amnion (disebut TB congenital). Gejala TB congenital biasanya sudah bisa diamati pada minggu ke 2-3 kehidupan bayi,seperti prematur, gangguan napas, demam, berat badan rendah, hati dan limpa membesar. Penularan kongenital sampai saat ini masih belum jelas,apakah bayi tertular saat masih di perut atau setelah lahir.

 

2.10.3 Pengaruh kehamilan terhadap tuberkolosis

Pengetahuan akan meningkatnya diafragma selama kehamilan yang mengakibatkan kolapsnya paru di daerah basal paru masih dipegang sampai abad 19. Awal abad ke-20, aborsi merupakan pilihan terminasi pada wanita hamil dengan tuberculosis. Sekarang, TB diduga semakin memburuk selama kehamilan, khususnya di hubungakann dengan status sosio-ekonomi jelek, imunodefisiensi atau adanya penyakit penyerta. Kehilangan antibodi pelindung ibu selama laktasi juga menguntungkan perkembangan TB. Akan tetapi, lebih banyak studi diperlukan untuk menyokong hipotesa.

 

2.10.4 Tes Diagnosis TB pada Kehamilan

Bakteri TB berbentuk batang dan mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam. Karena itu disebut basil tahan asam (BTA). Kuman TB cepat mati terpapar sinar matahari langsung,tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat gelap dan lembap.

Dalam jaringan tubuh, kuman ini dapat melakukan dormant (tertidur lama selama beberapa tahun). Penyakit TB biasanya menular pada anggota keluarga penderita maupun orang di lingkungan sekitarnya melalui batuk atau dahak yang dikeluarkan si penderita. Hal yang penting adalah bagaimana menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

Seseorang yang terpapar kuman TB belum tentu akan menjadi sakit jika memiliki daya tahan tubuh kuat karena sistem imunitas tubuh akan mampu melawan kuman yang masuk. Diagnosis TB bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti pemeriksaan BTA dan rontgen (foto torak). Diagnosis dengan BTA mudah dilakukan,murah dan cukup reliable.

Kelemahan pemeriksaan BTA adalah hasil pemeriksaan baru positif bila terdapat kuman 5000/cc dahak. Jadi, pasien TB yang punya kuman 4000/cc dahak misalnya, tidak akan terdeteksi dengan pemeriksaan BTA (hasil negatif). Adapun rontgen memang dapat mendeteksi pasien dengan BTA negatif, tapi kelemahannya sangat tergantung dari keahlian dan pengalaman petugas yang membaca foto rontgen. Di beberapa negara digunakan tes untuk mengetahui ada tidaknya infeksi TB, melalui interferon gamma yang konon lebih baik dari tuberkulin tes.

Diagnosis dengan interferon gamma bisa mengukur secara lebih jelas bagaimana beratnya infeksi dan berapa besar kemungkinan jatuh sakit. Diagnosis TB pada wanita hamil dilakukan melalui pemeriksaan fisik (sesuai luas lesi), pemeriksaan laboratorium (apakah ditemukan BTA?), serta uji tuberkulin.

Uji tuberkulin hanya berguna untuk menentukan adanya infeksi TB, sedangkan penentuan sakit TB perlu ditinjau dari klinisnya dan ditunjang foto torak. Pasien dengan hasil uji tuberkulin positif belum tentu menderita TB. Adapun jika hasil uji tuberkulin negatif, maka ada tiga kemungkinan, yaitu tidak ada infeksi TB, pasien sedang mengalami masa inkubasi infeksi TB, atau terjadi anergi.

Kehamilan tidak akan menurunkan respons uji tuberkulin. Untuk mengetahui gambaran TB pada trimester pertama, foto toraks dengan pelindung di perut bisa dilakukan, terutama jika hasil BTA-nya negatif.

 

2.10.5 Pengobatan TB pada kehamilan

Pada prinsipnya pengobatan TB pada kehamilan tidak berbeda dengan pengobatan TB pada umumnya. Menurut WHO, hampir semua OAT aman untuk kehamilan, kecuali streptomisin. Streptomisin tidak dapat dipakai pada kehamilan karena bersifat permanent ototoxic dan dapat menembus barier placenta. Keadaan ini dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pendengaran dan keseimbangan yang menetap pada bayi yang akan dilahirkan. Perlu dijelaskan kepada ibu hamil bahwa keberhasilan pengobatannya sangat penting artinya supaya proses kelahiran dapat berjalan lancar dan bayi yang akan dilahirkan terhindar dari kemungkinan tertular TB.

 

BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

  • Tuberculosis merupakan penyakit infeksi bakteri menahun pada paru yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis, yaitu bakteri tahan asam yang ditularkan melalui udara yang ditandai dengan pembentukan granuloma pada jaringan yang terinfeksi.
  • TB paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang merupakan batang aerobic tahan asam yang tumbuh lambat dan sensitif terhadap panas dan sinar UV. Bakteri yang jarang sebagai penyebab, tetapi pernah terjadi adalah M. Bovis dan M. Avium.
  • Tanda dan Gejala:

1. Tanda

a. Penurunan berat badan

b. Anoreksia

c. Dispneu

d. Sputum purulen/hijau, mukoid/kuning.

2. Gejala

a. Demam

b. Batuk

c.Sesak nafas.

d. Nyeri dada

e.Malaise

  • Kehamilan dan tuberculosis merupakan dua stressor yang berbeda pada ibu hamil. Stressor tersebut secara simultan mempengaruhi keadaan fisik mental ibu hamil. Efek TB pada kehamilan tergantung pada beberapa faktor antara lain tipe, letak dan keparahan penyakit, usia kehamilan saat menerima pengobatan antituberkulosis, status nutrisi ibu hamil, ada tidaknya penyakit penyerta, status imunitas, dan kemudahan mendapatkan fasilitas diagnosa dan pengobatan TB.
  • Jika kuman TB menyerang paru, maka risiko juga meningkat pada janin, seperti abortus, terhambatnya pertumbuhan janin, kelahiran prematur dan terjadinya penularan TB dari ibu ke janin melalui aspirasi cairan amnion (disebut TB congenital).
  • Peran bidan dalam menangani klien dengan TB paru adalah dengan memberikan konseling mengenai definisi, penyebab, cara pencegahan dan penularan serta terapi TB Paru, juga menjelaskan pada klien tentang dampak yang ditimbulkan terhadap kehamilan. Di samping itu juga  menawarkan alternatif solusi dan melakukan asuhan kebidanan untuk wanita TB Paru masa prakonsepsi dalam mempersiapkan kehamilannya.

 

3.2 Saran

  • Setiap pasangan yang akan merencanakan kehamilan, hendaknya berkonsultasi dulu mengenai kondisi kesehatan kepada tenaga kesehatan, termasuk bidan. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit/kelainan yang mungkin dialami calon orang tua, sehingga dapat melakukan tindakan yang lebih komprehensif dalam mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan dari penyakit yang diderita, baik bagi ibu maupun janin yang dikandungnya.
  • Dalam menjalankan tugasnya, bidan melakukan Asuhan Kebidanan yang  tidak hanya pada ibu hamil dan bersalin, tapi juga pada wanita yang menginginkan kehamilan.

 

SUMBER :

  • Barbara, C.L., 1996, Perawatan Medikal Bedah (suatu pendekatan proses keperawatan) Bandung
  • Doengoes, M.., Rencana Asuhan Keperawatan. edisi 3. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
  • Smeltzer and Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
  • Adrian Taufik. 2009. Tuberkulosis Paru.

Diambil pada 16-12-2010. Pukul 09.26

http://ikm-uii.net46.net/download/_laporan_pendek/short%20report_TB_ 2009.pdf

  • Laily Arifin. 2007. Kehamilan dan Tuberkolosis

Diambil pada 14-12-2010, pukul 14.35

http://lely-nursinginfo.blogspot.com/2007/06/pregnancy-and-tuberculosis.html

  • Admin. 2008. TB Kehamilan

Diambil pada 14-12-2010, pukul 14.30

http://hatzsiahaan.blogspot.com/2008/05/tb-kehamilan.html

  • Admin. 2009. Tuberkulosis Paru.

Diambil pada tanggal 14-12-2010, pukul 14.45

http://askepasbid.blogspot.com/

  • Admin. 2010. TBC pada Ibu Hamil.

Diambil pada tanggal 15-12-2010, pukul 10.00

http://khanzima.wordpress.com/2010/04/11/tbc-pada-ibu-hamil/

  • Admin. 2008. TB Paru.

Diambil pada tanggal 16-12-2010, pukul 09.24

http://masdanang.co.cc/?p=34

 
23 Comments

Posted by on December 31, 2010 in kULiAh BiDaN

 

S1 PENDIDIKAN BIDAN FK UNAIR / S1 BIDAN FK UNAIR

UPDATE 2-07-2011 – SOSIALISASI PENDIDIKAN BIDAN UNAIR-BY INFOKOM HIMA BIDAN

download PPT berisi segala informasi mengenai S1 Pendidikan Bidan Universitas Airlanga Surabaya, silahkan klik di atas

VISI

Menjadi program Pendidikan Bidan (Midwifery/mw) yang unggul di tingkat Nasional dan Internasional berorientasi pada kebutuhan kesehatan ibu dan anak di tatanan masyarakat sesuai dengan perkembangan IPTEK dan moral

MISI

Menyelenggarakan Pendidikan Bidan profesional berbasis metode pembelajaran modern berdasarkan moral dan etik Menyelenggarakan Penelitian dasar dan terapan di bidang kebidanan yang inovatif untuk menunjang pengembangan pendidikan yang unggul dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat pada tingkat Nasional dan ASEAN. Menerapkan IPTEK kebidanan melalui pengabdian pada masyarakat

TUJUAN

Menerapkan IPTEK terkini dalam praktik kebidanan berdasarkan etik, hukum, dan sosial budaya.

Mampu berkompetisi dalam bidang kebidanan pada tingkat Nasional dan ASEAN.

Melakukan penelitian ilmiah dasar dan terapan untuk mengembangkan IPTEK kebidanan.

Menerapkan hasil penelitian yang inovatif dalam praktik asuhan kebidanan .

Menjadi pemrakarsa dalam menyelesaikan masalah kesehatan ibu dan anak di masyarakat.

Mengembangkan jejaring lintas program dan sektoral untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pelayanan asuhan kebidanan

IDENTITAS PROGRAM STUDI

INSTITUSI PEMBERI GELAR : UNIVERSITAS AIRLANGGA

INSTITUSI PEMBELAJARAN : FAKULTAS KEDOKTERAN

NAMA PROGRAM STUDI      : PENDIDIKAN BIDAN

GELAR : Sarjana Kebidana ( S.Keb , Bd <bidan> )

DASAR HUKUM

Surat Keputusan Rektor Unair nomor 4311/J03/OT/2008 Tanggal 10 Maret 2008, Tentang Pembukaan Program Studi di Lingkungan Universitas Airlangga, diantaranya Program Sarjana, dengan nama Program Studi Pendidikan Bidan (PSPB)

STRUKTUR KURIKULUM

•Jumlah SKS yang harus ditempuh   mahasiswa untuk menyelesaikan Program Sarjana (S.Keb) adalah

Program A (Dari SMA)  :  144  sks (8 semester)

Program B (Dari D3 Kebidanan)  :    60  sks (3 semester)

( Termasuk 6 sks mata kuliah Pilihan *)

•Jumlah SKS untuk menempuh gelar profesi Bidan (Bd) : 32 sks (2 semester)

LAMA STUDI

JALUR A ADALAH 5 TAHUN

JALUR B ADALAH 2,5 TAHUN

PROFIL LULUSAN MIDWIVERY

Dalam melaksanakan peran sebagai bidan profil yang diharapkan adalah sebagai :

1.Care Provider
2.Educator
3.Manager
4.Researcher
5.Profesional Development

PERSYARATAN

•Umum  :  Tinggi minimal 155 cm
•Untuk jalur B (DARI D3 KEBIDANAN KE S1 PENDIDIKAN BIDAN)  :
  • Memiliki ijazah D3 Kebidanan yang terakreditasi
  • Berbadan sehat dengan Surat Keterangan Dokter pemerintah
  • Melampirkan Surat Ijin Bidan (SIB)
  • Surat ijin belajar dari atasan (bagi yang masih aktif bekerja)
  • Usia maksimal 40 tahun

CARA MASUK

JaLUR Mandiri

SNMPTN Jalur Tulis dan Jalur Undangan

PMDK Alih Jenis/Jalur (Untuk d3 ke s1)

TERBUKA UNTUK 2 JALUR

A Untuk lulusan SMA/setingkat JALUR

B Untuk lulusan Akbid (D3) Kebidanan

KURSI

JALUR A:
•Jalur Mandiri : 20 kursi
•Snmptn (Tulis dan Undangan) : 30 Kursi
JALUR B
50 Kursi

KERJASAMA

KLINIK: RS Dr. Soetomo (Type A) HCOS RS Dr. Soewandhi (Type B) RS HAJI (Type B)

KLINIK / RS BERSALIN

MASYARAKAT: WILAYAH MASYARAKAT BINAAN DINAS KESEHATAN

International: AUT (Auckland University of Technology, New Zealand)

SARANA DAN PRASARANA

MENGGUNAKAN FASILITAS FK UNAIR

LABORATORIUM FAKULTAS DI UNAIR YANG TERKAIT DENGAN MATA KULIAH

LABORATORIUM KEBIDANAN

KETERSEDIAAN LAHAN PRAKTIK RS TIPE A

KEGIATAN AKADEMIK dan NONAKADEMIK

Kegiatan perkuliahan di Fakultas Kedokteran UNAIR

Dosen dari luar negeri

Dapat mengikuti segala kegiatan non akademik yang diadakan oleh UNAIR

Memperoleh hak dan kewajiban yang sama dengan mahasiswa lainnya

PELUANG KERJA

Institusi

Pendidikan Rumah Sakit

Praktik Mandiri Sosial

DOKUMENTASI

Banyak kesedihan dan perbedaan yang ada…

Namun apapun itu tidak akan mengubah persahabatan yang telah dibentuk bersama…

Prodi baru yang jadi pusat perhatian…

Selalu berharap, kelak kan bermanfaat bagi nusa bangsa, agama, dan keluarga…

Amin… 🙂

MORE INFORMATION

•Tentang cara masuk

Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru  S1 dan D3

Jl. Dharmawangsa 29 Surabaya, Telp 031 5048654 | Fax 031 504804

Call Center SNMPTN 2011  0804-1-450-450

e-mail: panitia@snmptn.ac.id

http://snmptn.ac.id

•Tentang pendidikan bidan
Melalui institusi / sekretarian pendidikan bidan fk unair

031-5020251, ex 161

 

info untuk JALUR MANDIRI TELAH ADA. KLIK WWW.PPMB.UNAIR.AC.ID

info untuk JALUR ALIH JENIS BELUM ADA. PANTAU, KLIK WWW.PPMB.UNAIR.AC.ID (update tgl 29-02-2012)

 
419 Comments

Posted by on December 31, 2010 in Universitas Airlangga

 

Oligomenorea

a. Definisi

Oligomenorea merupakan suatu kondisi dimana siklus haid lebih panjang, lebih dari 35 hari (nomal: 25-35 hari). Apabila panjangnya siklus lebih dari tiga bulan, hal itu sudah dinamakan amenorea. Perdarahan pada oligomenorea biasanya berkurang.

Oligomenorea dan amenorea sering kali mempunyai dasar yang sama, perbedaannya terletak dalam tingkat. Pada kebanyakan kasus oligomenorea kesehatan wanita tidak terganggu, dan fertilitas cukup baik. Siklus haid biasanya juga ovulatoar dengan masa proliferasi lebih panjang dari biasanya.

Oligomenore yang terjadi pada remaja, seringkali disebabkan karena kurangnya sinkronisasi antara hipotalamus, kelenjar pituari & indung telur. Hipotalamus merupakan bagian otak yang mengatur suhu tubuh, metabolisme sel & fungsi dasar seperti makan, tidur & reproduksi. Hipotalamus mengatur pengeluaran hormon yang mengatur kelenjar pituari. Kemudian kelenjar pituari akan merangsang produksi hormon yang mempengaruhi pertumbuhan & reproduksi. Pada awal & akhir masa reproduksi wanita, beberapa hormon tersebut dapat menjadi kurang tersinkronisasi, sehingga akan menyebabkan terjadinya haid yang tidak teratur.

Pada PCOS (polycystic ovary syndrome), oligomenore dapat disebabkan oleh kadar hormon wanita & hormon pria yang tidak sesuai. Hormon pria diproduksi dalam jumlah yang kecil oleh setiap wanita, tetapi pada wanita yang mengalami PCOS, kadar hormon pria tersebut (androgen) lebih tinggi dibandingkan pada wanita lain. Pada atlet wanita, model, aktris, penari ataupun yang mengalami anorexia nervosa, oligomenore terjadi karena rasio antara lemak tubuh dengan berat badan turun sangat jauh.

 

b. Etiologi

Oligomenore biasanya berhubungan dengan anovulasi atau dapat juga disebabkan kelainan endokrin seperti kehamilan, gangguan hipofise-hipotalamus, dan menopouse atau sebab sistemik seperti kehilangan berat badan berlebih.
Oligomenore sering terdapat pada wanita astenis. Dapat juga terjadi pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik dimana pada keadaan ini dihasilkan androgen yang lebih tinggi dari kadara pada wanita normal. Oligomenore dapat juga terjadi pada stress fisik dan emosional, penyakit kronis, tumor yang mensekresikan estrogen dan nutrisi buruk. Oligomenorrhe dapat juga disebabkan ketidakseimbangan hormonal seperti pada awal pubertas.

Oligomenore yang menetap dapat terjadi akibat perpanjangan stadium folikular, perpanjangan stadium luteal, ataupun perpanjang kedua stadium tersebut. Bila siklus tiba-tiba memanjang maka dapat disebabkan oleh pengaruh psikis atau pengaruh penyakit.

 

c.   Gejala Gejala dari oligomenore meliputi :

  • Periode siklus menstruasi yang lebih dari 35 hari sekali, dimana hanya didapatkan 4-9 periode dalam 1 tahun.
  • Haid yang tidak teratur dengan jumlah yang tidak tentu.
    • Pada beberapa wanita yang mengalami oligomenore   terkadang juga mengalami kesulitan untuk hamil.

Bila kadar estrogen yang menjadi penyebab, wanita   tersebut mungkin mengalami osteoporosis dan penyakit kardiovaskular. Wanita tersebut juga memiliki resiko besar untuk mengalami kanker uterus.

 

a. Pengobatan
Pengobatan oligomenore tergantung dengan penyebab,  berikut uraiannya :

¢    Pada oligomenore dengan anovulatoir serta pada remaja dan wanita yang mendekati menopouse tidak memerlukan terapi.

¢     Perbaikan status gizi pada penderita dengan gangguan nutrisi dapat memperbaiki keadaan oligomenore.

Contoh pada kasus Nona A

Antropometri Nona A:

Berat Badan     : 43 kg (sebelum menjadi atlet BB=50 kg)

Tinggi Badan   : 157 Cm

Perlu dilakukan penghitungan Indeks Masa Tubuh (IMT) untuk mengetahui apakah berat badan dan tinggi badan Nona A normal atau tidak.

Rumus IMT = Berat Badan : Tinggi Badan2

Maka = 43 : 1572 = 17,4

Lalu, Di cocokkan hasilnya dengan kategori yang ada dibawah ini. Untuk orang  Asia dewasa, kategori IMT adalah sebagai berikut :

KLASIFIKASI IMT (kg/m2)
BB kurang 

BB normal

BB lebih

– Preobesitas

– Obesitas I

– Obesitas II

< 18,5 

18,5 – 22,9

23

23 – 24,5

25 – 29,9

> 30

 

Dari penyebab-penyebab oligomenore, yang mungkin ada pada Nona A adalah malnutrisi. Indeks Massa Tubuh (IMT) Nona A  adalah 17,4 kg dan masuk kategori underweight . Karena itu, agar mendapatkan siklus menstruasi yang teratur Nona A  perlu memperbaiki asupan makanan dan meningkatkan berat badan. Berat badan tidak bertambah disebabkan karena konsumsi energi lebih rendah dari kebutuhan. Hal tersebut mengakibatkan sebagian cadangan energi tubuh dalam bentuk lemak akan digunakan. Berat badan Nona A dapat dinaikkan dengan cara :

1.         Makan secara teratur 3 kali sehari dengan gizi seimbang lebih banyak dari biasanya dan ditambah 2 kali makanan kecil (biskuit yang mengandung keju dan susu, minuman yogurt, jus buah). Gizi seimbang adalah susunan hidangan sehari yang mengandung zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral) dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk dapat hidup sehat secara optimal

2.         Makan lebih banyak makanan sumber energi dan protein dari biasanya seperti roti, nasi, umbi-umbian, ikan, daging, tempe, tahu

3.         Tetap berolahraga secara teratur. Hal ini disebabkan karena beberapa jam setelah olahraga biasanya akan terasa lapar sehingga meningkatkan nafsu makan, yang tentunya berguna untuk menaikkan berat badan. Di lain sisi, olahraga perlu untuk menjaga tubuh tetap terlihat kencang, mengantisipasi berat badan yang naik beberapa kilogram. Tidak perlu yang terlalu berat, cukup jalan kaki selama 30 menit secara teratur dapat menjaga keseimbangan tubuh

4.         Yang terakhir adalah cukup istirahat agar energi Nona A tidak banyak terbuang percuma

 

¢    Oligomenore sering diobati dengan pil KB untuk memperbaiki ketidakseimbangan hormonal. Terapi ini disesuaikan dengan hormon apa yang lebih dibutuhkan. Contoh :

Ø  pada oligomenore yang disebabkan estrogen yang terlalu rendah maka terapi yang dapat diberikan adalah KB Hormonal yang mengandung estrogen, seperti : Lynoral, Premarin, Progynova, dll.

Ø  pada oligomenore yang disebabkan progesteron yang terlalu rendah maka terapi yang dapat diberikan adalah KB Hormonal yang mengandung estrogen, seperti : postinor.

Ø  Pada oligomenore yang disebabkan keduanya memiliki ketidakseimbangan hormonal yang sama untuk jumlah estrogen dna progesteron yang kurang, maka dapat dilakukakn terapi dengan pil kombinasi yang mengandung estrogen dan progesteron dengan jumlah seimbang seperti : Mycrogynon 50, Ovral, Neogynon, Norgiol, Eugynon, Microgynon 30, Mikrodiol, Nordette, dll

 

¢     Bila gejala terjadi akibat adanya  tumor, operasi mungkin diperlukan.

Adanya tumor yang mempengaruhi pengeluaran hormon estrogen, maka tumor ini perlu di tindak lanjuti seperti dengan operasi, kemoterapi, dll

¢    Pengobatan alternatif lainnya dapat menggunakan akupuntur atau ramuan herbal.

Pengobatan herbal seperti :

Ø  air degan

Ø  lalapan daun pepaya yg sudah direbus

Ø  minum jamu dari kunyit dan asam jawa campur sedikit gula jawa.

Ø  2 rimpang kunyit, ½ sendok teh ketumbar, ½ sendok teh biji pala, ½ genggam daun srigading. Semua bahan ditumbuk halus, direbus dengan 1 kliter air sampai mendidih, saring dan dinginkan. Minum 1 gelas perhari untuk memperlancar haid

Ø  dll

b. Komplikasi
Komplikasi yang paling menakutkan adalah terganggunya fertilitas dan stress emosional pada penderita sehingga dapat meperburuk terjadinya kelainan haid lebih lanjut. Prognosa akan buruk bila oligomenore mengarah pada infertilitas atau tanda dari keganasan.

 

 

SUMBER:

Prawirohardjo Sarwono. 2005. Ilmu Kandungan Edisi 2 Cetakan 4. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka

Diakses dari http://www.antoe.web.id/?p=211 pada tanggal 28 November pukul 12.28

Diakses dari http://www.kesrepro.info/?q=node/385 pada tanggal 28 November pukul 12.56

Diakses dari http://www.medicastore.com pada tanggal 28 November pukul 12.58


 
2 Comments

Posted by on December 31, 2010 in kULiAh BiDaN

 

MENSTRUASI DAN KELAINANNYA

 

Menstruasi (Haid)

Haid ialah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. Panjang siklus haid ialah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Panjang siklus haid yang normal atau di anggap sebagai siklus haid yang klasik ialah 28 hari, tetapi variasinya cukup luas. Rata-rata panjang siklus haid pada gadis usia 12 tahun ialah 25,1 hari, pada wanita usia 43 tahun 27, 1 hari, dan pada wanita usia 55 tahun 51,9 hari. Panjang siklus yang biasa pada manusia ialah 25-32 hari, dan kira-kira 97% wanita yang berovulasi siklus haidnya berkisar antara 18-42 hari.

Jenis-Jenis Kelainan Siklus Menstruasi

a. Polimenorea

Pada polimenorea, siklus haid lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari). Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari haid biasa.

b. Oligomenorea

Disini siklus haid lebih panjang, lebih dari 35 hari. Apabila panjangnya siklus lebih dari tiga bulan, hal itu sudah dinamakan amenorea. Perdarahan pada oligomenorea biasanya berkurang.

c. Amenorea

Amenorea ialah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya tiga bulan berturut-turut.

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2010 in kULiAh BiDaN