RSS

Mitos Terhadap Masa Kehamilan

16 Mar

1. Mitos: Minum es membuat janin besar

Fakta: Air dengan atau tanpa es tidak memiliki tambahan gizi/energi, sehingga tidak mempengaruhi berat badan atau janin

 

2. Mitos: ibu hamil harus makan dua kali lipat

Fakta: Kehamilan merupakan keadaan dimana ada calon manusia yang tumbuh dan berkembang di dalam rahim. selama periode itu tentu kebutuhan nutrisi dibutuhkan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan janin dan ibunya. Namun bukan berarti ibu hamil harus melipatgandakan porsi makanan, yang perlu diperhatikan ialah asupan kandungan gizi.

 

3. Mitos: Tidak boleh makan nanas, pisang ambon, dan durian

Fakta: Mengonsumsi nanas, pisang ambon, dan durian tidak akan berdampak buruk jika dikonsumsi dalam jumlah secukupnya.

 

4. Mitos: Ibu hamil tidak boleh makan daging kambing

Fakta: Daging kambing banyak mengandung kadar purin (lemak) yang tinggi, memengaruhi metabolisme asam urat dan bahaya bagi penderita kolestrol atau jantung. Namun, apabila ibu hamil tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dia boleh mengonsumsi daging kambing. Tentu dalam batas porsi yang seimbang.

 

5. Mitos: Membatasi makanan tertentu.

Fakta: Pada kehamilan dengan gangguan penyakit tertentu, sebaiknya membatasi makanan. Misal, bagi ibu yang mengalami sakit ginjal dan tekanan darah tinggi sebaiknya dia membatasi bahan makanan yang banyak mengandung garam. Adapun ibu hamil yang mengalami penyakit diabetes mellitus sebaiknya juga membatasi makanan yang banyak mengandung gula, kalori, dan lemak.

 

6. Mitos: Jangan kerja atau olahraga berat

Fakta: Bagi beberapa ibu hamil, aktivitas fisik yang berat dapat membahayakan kehamilan, terutama ibu hamil yang pernah mengalami keguguran atau ibu yang memiliki riwayat keguguran berulang kali.

 

7. Mitos: Tidak boleh mengurut perut

Fakta:  Masih banyak masyarakat yang terbiasa untuk melakukan urut perut selama kehamilan. Sebenarnya, urut perut keras dapat menimbulkan risiko kepada janin, seperti stress atau komplikasi kelekatan plasenta menjadi rapuh, mudah lepas, dan perdarahan.

 

8. Mitos: Tidak boleh senggama

Fakta: Ibu hamil boleh tetap melakukan aktivitas seksual. Namun jika sebelumnya pernah mengalami keguguran, aktivitas ini harus dilakukan hati-hati, terlebih ibu yang memiliki riwayat keguguran berulang (abortus habitualis). Jika aktivitas seksual tidak hati-hati dapat menyebabkan risiko keguguran.

 

9. Mitos: Hati-hati minum jamu

Fakta: Tidak semua jamu aman diminum ibu hamil, karena bahan-bahan dalam jamu sekalipun terbuat dari alam tentu ada jenis tanaman tertentu yang mengandung alkohol. Jamu atau obat-obatan sebaiknya jangan dikonsumsi ibu tanpa rekomendasi bidan/dokter.

 

10. Mitos: Minum air kelapa mempercepat kelahiran

Fakta: Belum ada penelitian yang membuktikan pendapat ini. Namun, kelancaran dalam proses persalinan dipengaruhi beberapa faktor, seperti melakukan pemeriksaan rutin kesehatan selama kehamilan.

 

11. Mitos: Ibu hamil tidak boleh melakukan perjalanan jauh

Fakta: Mitos ini berkembang karena kekhawatiran terjadinya gangguan kehamilan atau kelahiran diluar perkiraan. Apalagi, bila tempat dituju jauh dari sarana kesehatan. Sebaiknya ibu hamil yang pernah mengalami keguguran atau hamil pada tahap trimester akhir jangan melakukan perjalanan jauh. Kalaupun terpaksa, sebaiknya ditemani suami atau kerabat dan membawa riwayat kesehatannya.

 

SUMBER:

Pieter, Herri Zan, et al. 2010. Pengantar Psikologi untuk Bidan. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2011 in kULiAh BiDaN

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: