RSS

Dalam Setahun, Penduduk Indonesia Hisap 225 Miliar Batang Rokok

17 Mar

Pasar rokok di Indonesia memang sangat menggiurkan. Setidaknya 225 miliar batang rokok habis dihisap 65 juta penduduk Indonesia tiap tahunnya.

Data WHO tahun 2008 menunjukkan, Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan konsumsi rokok terbesar nomor 3 setelah China dan India. Diperkirakan saat ini sekitar 65 juta penduduk Indonesia atau sekitar 28 persen orang Indonesia menjadi perokok.

“Rokok ibarat bom waktu yang dapat meledakkan siapa saja yang menghisapnya,” ujar Dr Agus Dwi Susanto, Sp.P, dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, dalam acara konferensi pers memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2010 di RSUP Persahabatan, Jakarta, Senin (31/5/2010). Dr.Agus juga menuturkan bahwa rokok mengandung 4000 zat kimia berbahaya yang 69 diantaranya bersifat karsinogen, yaitu zat penyebab kanker.

‘Tidak ada orang yang mati ketika sedang merokok’, itu mungkin alasan yang selalu dilontarkan oleh perokok yang bandel. Memang, dampak konsumsi rokok terhadap kesehatan tidak langsung teramati, tapi membutuhkan waktu yang lama. Merokok terbukti menimbulkan berbagai efek kesehatan, diperkirakan sekitar 50 masalah kesehatan dapat timbul dan sekitar 20 masalah kesehatan berakibat fatal.

Munculnya berbagai gejala penyakit akibat rokok baru akan terlihat sekurang-kurangnya setelah 20 hingga 25 tahun, seperti jantung, kanker paru, mulut, tenggorokan, kandung kemih, bibir, pankreas, serta kanker leher rahim, kencing manis dan lainnya.

Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan merokok sebagai penyebab 3 kematian utama yaitu kanker paru, jantung koroner dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Dan WHO memperkirakan sekitar 5,4 juta orang meninggal setiap tahun atau 1 kematian setiap 6,5 detik akibat penyakit yang disebabkan rokok.

Sekitar 70 persen perokok sebenarnya ingin berhenti merokok, sepertiga diantaranya mencoba berhenti merokok dan hanya 20 persen yang berhasil.

Berbagai faktor menjadi kendala seseorang untuk berhenti merokok, antara lain:

1. Tidak ada motivasi

2. Faktor adiksi nikotin

3. Karena efek withdrawal (putus nikotin)

4. Faktor perilaku atau kebiasaan

5. Tidak tahu cara berhenti merokok

6. Pengaruh lingkungan

“Berhenti merokok setidaknya dapat memperpanjang kemungkinan hidup selama 10 tahun, dan semakin cepat berhenti merokok akan lebih menguntungkan,” ujar dokter yang juga Wakil Ketua Tim Berhenti Merokok RSUP Persahabatan.

Dr Agus juga menegaskan, merokok dapat membunuh jutaan orang pada abad ini bila tidak dikurangi dari sekarang. Penekanan akan pentingnya penurunan konsumsi rokok dikalangan perempuan dan anak-anak remaja khususnya, akan menyelamatkan banyak nyawa di masa yang akan datang.

WHO memperkirakan sekitar 5,4 juta orang di dunia meninggal setiap tahunnya, yang artinya ada 1 kematian setiap 6,5 detik akibat penyakit yang disebabkan rokok sebagai faktor risiko.

Di Indonesia sendiri, menurut data penelitian tahun 2004, menunjukkan terdapat 427.948 kematian per tahun atau 1.172 jiwa per hari berhubungan dengan merokok.

sumber : detiknews

 
Leave a comment

Posted by on March 17, 2011 in InFo

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: