RSS

Kerokan Boleh, Asal…

17 Mar

Oleh Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D

Masyarakat kita mengenal istilah kerokan atau kerikan sebagai cara tradisional yang dipercaya ampuh mengusir masuk angin. Munculnya gejala seperti pusing, meriang, leher dan persendian terasa pegal bisa hilang setelah punggung di oles balsam atau minyak hangat lalu dikerik menggunakan sekeping uang logam.

Bagi masyarakat awam, kerokan sering dipahami sebagai cara mengeluarkan angin dari dalam tubuh. Guratan warna merah usai dikerik diyakini sebagai tanda bahwa angin yang menyusup dari dalam tubuh telah keluar lewat pori-pori kulit. Lantas benarkah demikian ? bagaimana Kerokkan dipandang dari segi medis?

Menanggapi hal tersebut, ahli penyakit dalam Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D mengatakan, sebenarnya teknik kerokkan sama halnya dengan memijat, yaitu menekan bagian tubuh yang sakit untuk memperlancar peredaran darah. Perbedaanya hanya terletak pada alat yang digunakan,kalau memijat menggunakan tangan, sedangkan kerokkan memanfaatkan uang logam.

Dalam kesempatan, Dr. Djoko menjelaskan ,Pada kondisi tertentu ketika terjadi ketidakseimbangan sistem didalam tubuh, maka secara otomatis tubuh akan “berteriak” dengan caranya yang khas,seperti menunjukkan reaksi capek, pegal, maupun kelelahan. Kondisi tersebut terjadi karena sirkulasi darah yang membawa nutrisi, vitamin, dan suplay oksigen tidak tersalurkan dengan baik. Padahal komposisi itu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mengembalikan keseimbangan.

Oleh sebab itu, dengan pendekatan teori kedokteran, kemungkinan teknik kerokkan berguna untuk memperlancar aliran darah. Dengan teknik menekan yang searah dari atas kebawah, maka oksigenasi akan berjalan dengan baik, suhu tubuh kembali seimbang, racun-racun ditubuh bisa terbuang sehingga rasa sakit di tubuh berkurang dan badan terasa lebih enak.

Meskipun teknik kerokkan dinilai sebagai cara paling sederhana untuk memperlancar aliran darah, namun ternyata tidak semua orang bisa menggunakan cara ini. Pengecualian itu menurut Dr. Djoko adalah bagi orang-orang yang sistem pertahanan tubuhnya mengalami perubahan , antara lain seperti penderita diabetes dan orang yang mengkonsumsi obat cangkok. Hal itu karena kondisi kepekaan kulit sebagian orang tersebut sangat sensitif, sehingga dikhawatirkan jika dikerok malah akan mendatangkan luka dan menimbulkan infeksi.

“Kerokkan diperuntukkan bagi orang dengan kondisi tubuh prima , selama sistem pertahanan alami tubuh tidak berubah atau tubuh dalam kondisi normal, maka kerokan tidak masalah”ujarnya.

Bicara soal tradisi, kerokan memang sudah cukup lama diyakini masyarakat sebagai cara paling sederhana dan murah meriah dalam mengatasi keluhan masuk angin. Menurutnya, tradisi lama yang masih di gunakan sampai sekarang menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap manfaat yang didapat. Sebenarnya jika dibandingkan, kerokan lebih tidak beresiko ketimbang memilih untuk mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri. Karena jika dikonsumsi terlalu berlebihan justru akan berdampak pada kerusakan ginjal dan lambung.

Namun demikian, Pria yang pernah menyabet gelar Ph.D di Clinical Nephrology dari Graduate School of Medicine Tokyo, Jepang ini menganjurkan dengan beristirahat cukup sebenarnya bisa mengembalikan keseimbangan tubuh.

Prinsipnya, jika kondisi tubuh senantiasa terjaga kebugarannya, maka tidak akan mudah terserang penyakit. Dengan menjaga kualitas tidur minimal 7 jam, memperhatikan asupan nutrisi seimbang , rutin berolah raga, dan menghindari stress maka daya tahan tubuh akan senantiasa terjaga. Kalau tubuh sudah prima maka tidak perlu lagi di kerik khan?. fy*

 

sumber : fk.unair.ac.id

 
Leave a comment

Posted by on March 17, 2011 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: